415 Kali

SAMARINDA. Di tengah pandemi Covid-19 yang banyak melanda di semua negara, dibutuhkan suatu langkah dalam menekan angka penularan virus. Berbagai negara di belahan dunia berupaya semaksimal mungkin untuk keluar dari krisis yang berdampak pada hampir semua sektor kehidupan.

 

Tujuan mengatasi dampak negatif yang ditimbulkan oleh adanya wabah Covid-19 terutama dari segi kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan dan perekonomian masyarakat.

 

Pada masa pandemi seperti ini, tatanan kehidupan baru harus dijalankan oleh seluruh umat manusia. Di mana keseharian mereka diwajibkan untuk mematuhi protokol kesehatan. Seperti yang dilakukan Fakultas Hukum Program Doktoral Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya angkatan 37 pada seminar Pengabdian Masyarakat di Hotel Harris, Kamis (14/01).

 

Hadir dalam acara tersebut Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang, Sekretaris Daerah Sugeng Chairuddin, Asisten I Tejo Sutarnoto, Kepala OPD dan Camat se-Kota Samarinda.

 

Sugeng dalam sambutannya mengungkapkan di akhir jabatan Walikota Samarinda Syaharie Jaang selama dua periode menjabat telah banyak melakukan perubahan untuk Samarinda.

 

"Dari segi ekonomi pembangunan dan visi misi beliau adalah menjadikan Kota Samarinda sebagai Kota Metropolitan,” kata Sugeng.

 

Ketua rombongan, Wahyu Prawesti mengatakan memang tidak mudah dalam membangun Kota Samarinda pastinya membutuhkan pemikiran yang matang, apalagi di tengah pandemi Covid-19.

 

"Sekarang Pemerintah tengah melakukan pembagian vaksin. Semoga dengan vaksin ini dapat menghilangkan penyakit ini selama-lamanya,” harapnya.

 

Jaang juga selalu mendoakan agar Samarinda ke depan dijauhkan dari musibah, serta marabahaya dan Covid-19 sirna dan kembali dalam keadaan semula. (bar/don/kmf-smd)

 

Launching Taman di Jalan Perniagaan, Jaang Minta Pagar Tidak Dipakai Jemuran

Berita Sebelumnya

Barkati Terima 78 Paket Sembako Korban Banjir dari PT Jasa Raharja

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar