426 Kali

SAMARINDA. Pemkot Samarinda yang saat ini masih melakukan penertiban bangunan di bantaran Sungai Karang Mumus (SKM) segmen Pasar Segiri RT 28 sebagai upaya pengendalian banjir akan melanjutkan relokasi di daerah Pasar Arum Temindung di Jl PM. Noor Kelurahan Temindung Permai Kecamatan Sungai Pinang.

 

Hal ini terkuak dalam rapat koordinasi penanganan banjir segmen Sungai Mati dan Talang Sari di Ruang Rapat Wawali Balikota, Rabu (26/08) pagi.

 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Sugeng Charuddin mengatakan pihaknya akan menargetkan di bulan September ini akan mulai bekerja untuk merelokasi pemukiman yang berdiri atau berdekatan dengan Sungai Mati dengan panjang sungai kurang lebih 500 meter.

 

“Kita mau pembebasan harus dilakukan tahun ini. Kalau bisa sudah dianggarakan di perubahan. Saya minta segera disosialisasikan kepada warga yang berada di sekitar Pasar Arum yang kita relokasi untuk segera membongkar bangunannya setelah santunan kita berikan,” kata Sekda.

 

Karena mengejar target pengerjaan, Sekda berharap sosialisasi kepada warga SKM bisa dilakukan mulai pekan depan lewat Kantor Kelurahan dengan mengedepankan protokol kesehatan Covid-19.

 

Asisten II Nina Endang Rahuyu menambahkan warga harus didata ulang berapa banyak, berapa KK yang akan terkena dampak sosial dan seberapa banyak warga yang mempunyai Sertifikat Hak Milik.

 

“Sebelum itu saya minta Lurah Temindung Permai untuk mendata ulang warganya agar jumlah santunan yang akan diberikan nantinya tidak melebihi anggaran,” ungkap Nina

 

Hadir dalam rapat tersebut Kepala Bappeda Ananta Fahturozi, Kabag Pembangunan Suryo Priyo Raharjo, Camat Sungai Pinang Siti Hasanah dan Camat Samarinda Utara Syamsu Alam. (bar/don/kmf-smd)





Rakor Penanganan Covid-19 se-Kaltim, Dinkes Samarinda Sebut 80 Persen Isolasi Mandiri

Berita Sebelumnya

Barkati Apresiasi Peran Duta Genre

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar