73 Kali

    SAMARINDA. Sebanyak 11 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian – Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK – PTIK) angkatan ke 75 Widya Dhira Brata akan mengabdi selama lima hari, 17-21 Desember di Samarinda dengan obyek penelitian di Pasar Segiri dengan banyaknya permasalahan sosial.

    Demikian terungkap dalam Pembukaan Pengabdian Kepada Masyarakat (Dianmas) Mahasiswa STIK–PTIK Angkatan ke – 75/WDB  di Ruang Rapat Wawali Lantai II Balaikota Samarinda yang dibuka langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda Sugeng Chairuddin, Senin (17/12).

    “Kami mewakili Pemerintah Kota Samarinda merasa bangga mendapat kehormatan sebagai tempat penelitian akhir bagi mahasiswa STIK–PTIK. Samarinda sebagai Ibu Kota Provinsi Kaltim sangat berkembang dengan pesat namun pada perjalanannya juga muncul permasalahan di bidang sosial seperti kemacetan lalu lintas,” terang Sugeng.

    Disebutkannya penelitian ini akan diarahkan di Pasar Segiri karena disana banyak yang bisa diteliti dari permasalahan sosial yang ada di Kota Samarinda, pasar ini juga salah satu pasar yang tidak pernah tidur atau buka 24 jam.

    “Tentunya penelitian di sana sangat bermanfaat, bagaimana nantinya diharapkan mahasiswa bisa memberikan solusi dan masukan bagi kebaikan Pemkot Samarinda,” tambahnya.

    Selain itu sebutnya program penelitian akhir ini sangat tepat dilaksanakan di Kota Samarinda karena geografis Kota Samarinda dikelilingi oleh Kabupaten Kutai Kartanegara dan masalah pokok kota Samarinda adalah macet, PKL, anjal, banjir sehingga masalah sosial seperti ini bukan hanya tugas Pemkot saja tetapi juga bagian tugas Kepolisian dan seluruh masyarakat. 

    Wakapolresta Samarinda AKBP Dedi Agustono menjelaskan ini adalah ujian akhir bagi Mahasiswa STIK - PTIK karena Kepolisian harus melakukan pengabdian yang ada di tengah–tengah masyarakat luas dan tema kali ini tentang kemacetan di Kota Samarinda.

    “Waktu yang terlihat sangat pendek Senin - Jumat harus dimaksimalkan betul untuk penelitian ini karena tujuannya mengatasi solusi dari akar permasalahan yang bisa bermanfaat untuk masyarakat kota Samarinda, khususnya Pasar Segiri. Nanti akan melakukan observasi dulu mulai akar permasalahan yang hasilnya bisa dinikmati untuk masyarakat Kota Samarinda,” jelas Dedi.

    Sedangkan Perwira pendamping STIK - PTIK Kombespol Miyanto menerangkan jumlah mahasiswa yang ikut penelitian ke Samarinda sebanyak 11 orang.

    “Kegiatan Dianmas ini menjadi kegiatan rutin dan harus terarah serta bermanfaat terhadap wilayah satuan Kepolisian dan Pemerintah Daerah setempat agar bisa memberikan solusi serta masukan masalah sosial yang ada,” tutup Miyanto. (kmf5)

Penulis: Afdani

Pertamina Bantah Gas Elpiji 3 Kg Langka, Warga Diminta Tak Panik

Berita Sebelumnya

Tekan inflasi, Pemkot Kerjasama Tiga Daerah. Pasokan aman, bantu pedagang dan petani

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar