28 Kali

SAMARINDA. Walikota Samarinda Syaharie Jaang begitu bergembira dan semangat melepas 800-an rider adventure kelas nasional Jelajah Mahakam (Jelma) Ke 5 Explore Desa Budaya Pampang yang merupakan bagian dari rangkaian Festival Mahakam XIX Tahun 2019 di Jl Bukit Alaya, Sabtu (9/11) pagi.

Sebanyak 800 rider yang bukan hanya dari Kaltim tapi juga nasional, bahkan ada yang dari Spanyol ini dilepas dengan tarian adat Jepen Kutai di Jl Bukit Alaya. Setelah menjajal jalur alam menuju Desa Budaya Pampang setibanya di lokasi mereka disambut ketua adat dan tarian budaya suku Dayak.

“Saya menyambut gembira Jelajah Mahakam yang masuk rangkaian Festival Mahakam tahun ini. Walaupun tadi hujan-hujan kesini untuk melepas dan sepertinya bakal datang hujan lagi, saya tetap semangat. Karena pesertanya luar biasa. Ada dari Sidrap Sulsel, Sumatera, Jawa, Kalsel bahkan Spanyol. Juga kabupaten/kota se-Kaltim, ada dari Kubar dan tadi dari Mahulu keponakan saya juga hadir,” ungkap Jaang dalam sambutannya.

Termasuk sebutnya, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Vendra Riviyanto pun ikut menjadi penunggang motor trail. Menyusul dalam perjalanan Bupati Kukar Edi Damansyah, anggota DPRD Kaltim Mahyunadi, Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang dan Wakil Walikota Bontang Basri Rase.

“Sebagai Walikota dan warga Samarinda, saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta. Saya merasa gembira dan mendapat kehormatan Jelajah Mahakam diikuti peserta yang luar biasa dari tanah air, bahkan Spanyol,” ungkap Jaang yang hadir bersama Kepala Dinas Pariwisata I Gusti Ayu Sulistiani.

Menurut orang nomor satu di Kota Samarinda ini, Jelma 5 Explore Budaya Pampang ini selain sebagai ajang silaturahmi bagi para rider nasional, juga memperkenalkan budaya Kalimantan yang ada di Desa Budaya Pampang.

“Semoga jalur-jalur yang dilewati menyenangkan dan silahkan explore Desa Budaya Pampang. Harapan kami, kembali ke daerah membantu menjadi agen informasi. Sampaikan Kota Samarinda indah, bersahabat dan jalurnya menyenangkan untuk bermain. Tolong diviralkan, bisa juga nanti berfoto dengan warga asli Dayak berkuping panjang di Desa Budaya Pampang. Bisa diviralkan,” tutur putra Mahakam Ulu yang juga Ketua Umum Persektuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT).

Jaang mengakui kedatangan para rider ini tentunya memberikan pendapatan daerah juga kepada pedagang di Kota Tepian.

“Kalau yang menginap di tempat keluarga atau teman, tetap juga memberi kontribusi karena makan dan belanja di luar. Begitu pula yang menginap di hotel dan restoran. Saya juga minta kepada pengelola Alaya supaya nanti tetap menjadi sponsor kegiatan nasional, sekalian dipromosikan perumahannya, tempat kulinernya pun ramai dikunjungi. Seperti tadi malam, biasa tutup jam 11 malam, ini sampai jam 1 dini hari,” ungkap Jaang.

Ketua Pelaksana Jelajah Mahakam 5 Achmad Sukamto mengatakan, Jelma 5 merupakan event Jelma perdana bekerjasama dengan Dinas Pariwisata yang dirangkai dengan Festival Mahakam.

“Beberapa kali kita kunjungan ke daerah luar, event adventure ini bekerjasama dengan Dinas Pariwisata. Harapan kita, tahun depan tetap kembali terlaksana dengan rangkaian Festival Mahakam,” ungkap Sukamto, mantan Wakil Ketua DPRD Samarinda ini.

Sukamto mengatakan Jelma kali ini menjadikan Desa Budaya Pampang, sebagai fokus bertujuan untuk memperkenalkan destinasi wisata unggulan di Samarinda.

“Alhamdulillah mereka merespon dengan have fun Jelajah Mahakam ini yang di kemas bersama Festival Mahakam. Desa Pampang termasuk destinasi unggulan yang kita perkenalkan pada teman-teman para Rider Nusantara,” tuturnya. (kmf2)

Penulis/Editor : Doni

Barkati Didaulat Menjadi Juri Tamu Lomba Burung Arema Cup I

Berita Sebelumnya

Hadiri Puncak HKN, Jaang Sebut Urusan Fasilitas Kesehatan Samarinda Paling Beruntung

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar