79 Kali

SAMARINDA.KOMINFONEWS-Keluarga besar Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) menggelar silaturahmi bersama para komunitas dan para relawan se kota Samarinda. 

Kegiatan yang berlangsung Kamis (16/9/2021) pagi di aula Wira Yudha Makorem jalan Jendral Sudirman ini dihadiri langsung Wakil Wali Kota Samarinda Dr H Rusmadi dan Komandan  Korem (Danrem) 091/ ASN Kolonel Inf Cahyo Suryo Putro.

Dalam pertemuan itu, tema yang diangkat adalah terkait penanganan permasalahan banjir yang belakangan ini selalu mengenangi beberapa titik di wilayah kota Samarinda. Dimana menurut Danrem Cahyo Suryo  aparat siap bersinergi bersama para relawan dan komunitas untuk saling melengkapi dalam membantu mengevakuasi warga hingga menyalurkan bantuan untuk masyarakat yang wilayahnya terdampak banjir.

“Karena pasukan kami bagian dari warga kota Samarinda, maka tak salah jika kami juga ingin berbuat sedikit untuk membantu meringankan beban pemerintah maupun teman-teman relawan dalam bahu membahu meringankan beban warga,”tuturnya.

Dia mengatakan banjir yang terjadi saat ini wajib jadi perhatian bersama. Untuk itu tambah Danrem, pentingnya warga untuk disiplin dalam menjaga lingkungannya, baik yang berada di darat maupun sungai Karang Mumus.

Sementara, Wakil Wali Kota Samarinda Dr H Rusmadi dalam paparannya mengatakan, banjir yang menggenangi beberapa wilayah di Samarinda memang tak lepas dari curah hujan yang cukup tinggi di beberapa minggu ini. 

Sehingga ia akui, debit air yang turun sampai tidak bisa lagi ditampung oleh drainase yang ada saat sekarang.

“Oleh itu kalau bicara masalah banjir pendekatannya harus komprehensif, selain langkah penanganan yang dilakukan oleh pemerintah, juga pentingnya peran relawan dan warga untuk kembali mengerakkan semangat gotong royong,” kata Rusmadi.

Mantan Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim ini mengapresiasikan langkah Korem

091/ASN yang telah menginisiasi untuk mengumpulkan para komunitas dan relawan untuk membahas masalah banjir di kota Tepian.

Karena menurut dia, untuk kasus yang satu ini perlu dipecahkan bersama dalam mencari solusi agar ada perubahan bagi kota Samarimda, setidaknya perubahan tadi bisa mengurangi genangan air yang ada.

“Karena banjir harus diselesaikan secara kebersamaan. Karena Pemkot juga serius untuk masalah ini, bahkan pengendalian banjir masuk dalam salah satu program unggulan Wali Kota Samarinda,”timpal Wawali.

Tapi sayangnya sambung Rusmadi, tak sedikit juga warga yang kurang  totalitas dalam mendukung program ini. Contohnya kata dia terkait masalah sosial, ketika pemerintah ingin membebaskan lahan untuk mengoptimalkan program pengendali banjir, tapi masih banyak juga warga yang tidak ikhlas untuk melepaskan lahannya.

“Ini yang masih menjadi faktor kenapa program ini akhirnya lamban, karena warga yang sulit melepas lahannya untuk membantu pemerintah dalam memuluskan jalan air. Sehingga terkesan tidak punya rasa kebersamaan untuk memiliki kota,” keluhnya.

Ia menambahkan, dua kunci utama untuk mengatasi genangan yang ada, pertama mempersiapkan volume waduk benanga untuk jangka panjang dengan melakukan normalisasi waduk. Selain perlu banyak membangun bendali dalam mengendalikan genangan air di wilayah utara Samarinda.

“Kunci kedua, dengan terus merevitalisasi sungai Karang Mumus dan mengeruk sedimentasi kemudian tepi sungai ditinggikan guna mengurangi banjir. Selain juga menormalisasi pada sungai-sungai mati yang berada pada wilayah Samarinda Utara,”ungkapnya.(CHA/DON/KMF-SMD)


Disnaker : Lulusan SMK Bisa Langsung Kerja

Berita Sebelumnya

Tekan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, DP2PA Gelar Rakor

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar