104 Kali

SAMARINDA. Walikota Samarinda Syaharie Jaang dan Wakil Walikota Samarinda M Barkati kompak bersama warga dan relawan, serta jajaran Pemkot Samarinda melakukan kerja bhakti massal pasca banjir di sepanjang Jl Elang, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, Rabu (3/6) pagi.

 

Kerja bhakti ini selain bersama warga setempat, juga diikuti para relawan dari berbagai ormas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kaltim, Kopasti dan Karang Taruna hingga TNI-Polri. Sementara dari unsur Pemkot terdiri dari aparat Satpol PP, Pemadam Kebakaran, pasukan kebersihan DLH, tim swakelola Dinas PUPR alias hantu banyu, aparat kelurahan dan kecamatan.

 

“Terima kasih kepada masyarakat, ormas dan jajaraan Pemkot yang hari ini turun membersihkan drainase sampah setelah banjir, terlebih selama masa pandemi Covid-19 tidak ada kita turun melakukan kerja bhakti. Tapi tetap kita lakukan protokol kesehatan dengan memakai masker dan cuci tangan,” ucap Jaang dalam sambutanya.

 

Ia juga mengajak untuk selalu menjaga kebersihan drainase terlebih sekarang musim hujan, sehingga saluran bisa lancar. Tak pernah bosan, Jaang juga mengajak untuk selalu berdoa agar kota ini dihindarkan dari bencana, musibah, pertikaian dan wabah Covid-19 bisa segera berakhir.

 

Sebelumnya Wakil Walikota menyampaikan apresiasi dengan semangat gotong-royong warga, ormas dan jajaran Pemkot juga TNI-Polri.

 

“Hari ini kita membuktikan masyarakat dan Pemerintah bersama-sama. Bersama-sama untuk saling bahu membahu bekerjasama dalam hal pembangunan Kota Samarinda yang kali ini gotong-royong membersihkan sampah banjir dan normalisasi parit, sehingga air tetap lancar mengalir,” ucap Barkati.

 

Dalam gotong-royong itu bukan hanya sampah rumah tangga menjadi penyumbangnya tersumbatnya aliran, tapi ditemukan juga daun pintu yang dibuang warga.

Wawali juga sempat emosi ketika ada salah satu bangunan warga Jl Elang yang membangun hingga berada di atas parit, sehingga menghambat mengalirnya airnya.

 

“Ini orangnya serakah sampai membangun di atas parit. Satpol segera surati dan beri waktu 3 hari. Nanti Satpol PP dan DLH turun untuk membongkar sekaligus membersihkan paritnya,” tegas Wawali. (KMF2)

 

Penulis: Doni –Editor: Redaksi