156 Kali

SAMARINDA. Meningkatkan kesadaran dan peran aktif setiap individu, keluarga, masyarakat, dunia usaha, media, pemerintah dan Negara, Pemkot Samarinda melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DPPPA) Samarinda melaksanakan Outdoor Classroom Day (OCD) dalam rangkaian Hari Anak Internasional (HAI) yang jatuh pada 1 Nopember lalu.

"Kami mau mengembalikan anak-anak seperti masa kami dulu. Kembali permainan seperti ini (OCD, red) karena anak-anak sekarang pada pegang ponsel sehingga mereka kurang bersosialisasi terhadap temannya. Jadi individu sifat mereka, dengan adanya permainan seperti ini para siswa bisa bersosialisasi, saling menghargai satu sama lainnya," ucap Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DPP PA) Nurul Mu'minayati dalam sambutannya pada peringatan HAI di Isfa Home Family Loa Bakung Kecamatan Sungai Kunjang (5/11).

Kegiatan OCD sendiri diawali dengan sarapan bersama. Kemudian, para siswa melakukan senam yang dipimpin pengurus Forum Anak, serta diakhiri penyerahan piagam penghargaan kepada anak-anak berprestasi yang ikut menharumkan nama Kota Samarinda ke tingkat nasional, sesuai dengan tema HAI tahun ini, "Anak Indonesia, Anak Genius". 

Adapun mereka anak berprestasi Samarinda diantaranya, Kiyoshi Natanael Yohansyah dari SD Sunodia sebagai 5 anak Genius tingkat Nasional perwakilan Kaltim pada peringatan Hari Anak Nasional di Surabaya 2018, Muhammad Dhafin Al khairy SD Muhammadiyah 1 peserta Lomba bidang Matematika dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Nasional 2018, Noor Afriana Aulia SDN 002 Samarinda peserta Lomba bidang IPA dalam Olimpiade Sains Nasional 2018,  Muzalfa Fatih Ariyanto SDN 013 Samarinda Juara 1 cabor Karate putra pada  Olimpiade Olah Raga Siswa Nasional jenjang SD Tingkat Provinsi, Abitha Dira Oktafia SDN 018 Samarinda Ulu Juara 1 cabor Senam Putri pada Olimpiade Olah Raga Siswa Nasional jenjang SD Tingkat Provinsi.

Plt Asisten I Setkot Samarinda Tejo Sutarnoto yang mewakili Walikota Samarinda menjelaskan anak merupakan generasi penerus bangsa oleh sebab itu anak perlu dibekali dengan keimanan, kepribadian, kecerdasan, dan keterlampilan jiwa semangat kebangsaan dan berbudi luhur bertaqwa kepada ketuhanan yang maha esa.

"Dengan Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) dan Hari Anak Internasional (HAI) dilaksanakan sebagai upaya pemenuhan hak anak, hak tumbuh, perlindungan terhadap kekerasan anak serta meningkatkan Hak Asasi Anak, khususnya Kota Samarinda," ungkap Tejo.(kmf7)

Penulis: Alif Akbar

Samarinda Capai Target Vaksin MR

Berita Sebelumnya

Hari Pertama Seleksi Kompetensi Dasar CPNS, 10 Peserta Tidak Hadir

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar