29 Kali

SAMARINDA. Sebagai kiblat kota sehat dengan berbagai prestasi nasional, Kota Samarinda kini jadi rujukan Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah untuk melakukan studi banding. Kunjungan studi banding Pemkab Seruyan ini langsung dipimpin Wakil Bupati (Wabup) Seruyan Iswanti yang diterima Walikota Samarinda Syaharie Jaang bersama jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerab (OPD) terkait di ruang rapat Wakil Walikota, Kamis (4/10/2018) pagi.

"Sebelum maju menjadi Walikota, kami melakukan survei. Pelayanan kesehatan penyanggah menjadi prioritas termasuk jaminan kesehatan," ungkap Jaang dalam paparannya.

Menurut dia, programnya memberikan layanan kesehatan penyanggah dengan membangun puskesmas rawat inap yang hadir di semua kecamatan dan mengepung Samarinda ternyata memberikan banyak nilai manfaat bagi warga.

"Jadi warga tak perlu lagi harus ke kota untuk rawat inap. Selain hemat biaya, juga waktu," beber Jaang.

Selain layanan kesehatan penyanggah, ia juga memprogramkan jaminan kesehatan di mana biaya berobat gratis, bahkan sampai cuci darah pun dijamin tanpa batas. Namun setelah ada kebijakan pemerintah pusat yang mewajibkan BPJS, tidak ada lagi Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).

"Memang ini dilema bagi kami. Tapi Pemkot tetap membayarkan iuran bagi warga tidak mampu yang tidak ditanggung pemerintah pusat. Ada 29.000 yang iurannya dibayarkan Pemkot. Termasuk yang tidak tercatat seperti tokoh agama, guru ngaji, dan lainnya kita bayarkan," imbuhnya.

Di Samarinda sebut Jaang, BPJS telah bekerja sama dengan Rumah Sakit Swasta di samping rumah sakit pemerintah.

Sementara Wabup Seruyan, Iswanti menyampaikan kedatangan mereka dengan formasi lengkap. Di samping Komisi I DPRD juga bersama BPJS Seruyan.

"Selain silaturahmi, kita ke sini juga untuk belajar dan mengadopsi apa-apa di sini untuk diterapkan demi kepentingan masyarakat Seruyan," tutur Iswanti.

Seperti program jaminan kesehatan sebut Iswanti, supaya bisa  diterapkan, sehingga masyarakat Seruyan bisa mendapatkan jaminan kesehatan meski tanpa jaminan dari pusat.

Selain itu, lanjutnya pihaknya juga ingin tahu lebih jauh soal program Corporate Social Responsibility (CSR) yang diterapkan di Samarinda.

"Mudahan kita bisa mengikuti, karena di Seruyan banyak perusahaan sawit besar. Mudah-mudahan kita bisa mengadopsi program CSR di sini dan bisa berjalan di Seruyan," harap Iswanti. (kmf2/kmf3)

"Program Pemkot Jangan Disusupi Kepentingan Kelompok" Sugeng: Wajib Jemput Bola, Jangan Lagi Ada OPD yang Ego Sentris

Berita Sebelumnya

Lepas Kapal, Bantuan Akan Terus Diberangkatkan Walikota: Kita akan terus galang bantuan untuk korban Tsunami dan Gempa

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar