27 Kali

YOGYAKARTA. Ribuan warga Yogyakarta dan sekitarnya tumpah ruah di Kawasan Tugu Pal Putih Yogyakarta. Mereka antusias menyaksikan event tahunan Wayang Jogja Night Carnival #4 yang pelaksanaannya bertepatan dengan HUT Kota Yogyakarta Ke-263.

Dalam pelaksanaan yang keempat tahun ini, panitia mengusung tema yang tak biasa yakni "Ringgit Wanara Kagungan Dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat" atau Wayang Kapi-Kapi.

Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, KGPAA Paku Alam X dan Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, yang membuka event ini. Dalam sambutannya, Haryadi menyebut ada puluhan ribu masyarakat yang menghadiri acara ini.

"Event ini disaksikan 60 ribu orang. Tentu manfaatnya luar biasa terutama pada aspek ekonomi. Melalui event ini kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat dan bersyukur atas bertambahnya usia Kota Yogyakarta," katanya, Senin (7/10).

Event tahunan ini pun dihadiri Walikota se-Indonesia, tak terkecuali Walikota Samarinda, Syaharie Jaang yang didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Adriyani dan Sekretaris Dinas Pariwisata Masrullah.

"Kita bisa membuat event seperti ini di Samarinda," ujar Jaang semangat.

Di Samarinda lanjut Jaang, ada event tahunan yang tak kalah menarik dengan menyedot pengunjung luar biasa. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir ini dihadiri pula tim kebudayaan dari mancanegara.

"Festival Mahakam yang dilaksanakan awal bulan November tiap tahunnya selalu meriah dengan mengangkat budaya Kaltim, serta aneka kebudayaan luar dan berbagai kegiatan baik di perairan maupun darat," beber Jaang.

Sementara kembali ke event Wayang Jogja Night Carnival #4, ada 14 karakter Wayang Kapi-Kapi yang disuguhkan dengan lokasi Tugu Pal Putih Kota Yogyakarta. Ke-14 karakter tersebut merupakan wujud perpaduan bagian tubuh hewan yang merepresentasikan kehidupan di dunia.

Show Director Wayang Jogja Night Carnival #4 Yetti Martanti, menjelaskan ke-14 karakter Wayang Kapi-Kapi itu masing-masing diperagakan oleh sebuah kelompok. Setiap kelompok berasal dari perwakilan 14 kecamatan yang ada di Kota Yogyakarta.

"Ada 7 seniman profesional sebagai tim kreatif yang membantu dalam mengawal proses produksi, yaitu KPH Notonegoro, RM Kristiadi, Ali Nursotya Nugraha, Anon Suneko, Emerentiana Tri Ikhtiarningsih, Agung Tri Yulianto dan Hermawan," ucapnya.

Menurutnya, tujuan mengangkat tema ini agar masyarakat bisa mengenal Wayang Kapi-Kapi dan memaknai filosofinya dalam kehidupan sehari-hari.

"Karena Wayang Kapi-kapi sendiri mengajarkan agar kita saling mengayomi meski memiliki pribadi berbeda," tutupnya. (kmf9)

Penulis: Hendri --Editor: Doni

Lantik 10 Kepala SD dan SMP, Ini Pesan Wawali

Berita Sebelumnya

Launching Sinergi Dengan Gerakan Menanam Cabai

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar