53 Kali

SAMARINDA. Sebagai ungkapan syukur atas Hari Ulang Tahun (HUT) Kelurahan Simpang Pasir ke-23, warga setempat menggelar acara syukuran dan bersih desa. Kegiatan bersih desa yang merupakan agenda rutin tahunan ini sudah dilaksananakan sebanyak 45 kali. Untuk tahun ini dipusatkan di halaman Balai Pertemuan Simpang Pasir, Sabtu (6/10/2018).
Yang istimewanya, kali ini kegiatan bersih desa dihadiri Walikota Samarinda Syaharie Jaang. Selain hadir bersama istri Puji Setyowati Jaang, juga didampingi sejumlah pejabat terkait, tokoh masyarakat, serta tokoh agama.
Dalam sambutan, Ketua Panitia Jasno  mengatakan dalam rangka ulang tahun Desa Simpang Pasir yang ke-45 tahun dan ulang tahun Kelurahan Simpang Pasir ke-23 tahun. Ia berharap semoga seluruh warga Simpang Pasir dalam keadaan hidup Guyub Rukun serta dapat membawa Kelurahan Simpang Pasir menjadi lebih maju lagi.
"Selain menggelar acara wayang kulit, kita juga menggelar acara Istiqomah, karnaval budaya, lomba gunungan, serta pagelaran kuda lumping. Yang mana semua ini terselenggara atas partisipasi seluruh warga Kelurahan Simpang Pasir," terang Jasno.
Sebelum penyerahan wayang kulit secara simbolis kepada Dalang Ki Fendi Sindu Wacono dari Solo, Walikota Syaharie Jaang mengucapkan selamat ulang tahun kepada Desa Simpang Pasir yang ke-45 dan HUT Kelurahan Simpang Pasir yang ke-23.
"Walaupun sudah menjadi kelurahan, tetapi acara Bersih Desa tetap dilaksanakan sebagai budaya yang harus kita lestarikan dan semoga dapat menyatukan seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama hadir berkelompok, bergotong-royong menyelenggarakan acara Bersih Desa, dan inilah keistimewaannya Kota Samarinda," ungkap Jaang.
Jaang juga menyampaikan Kelurahan Simpang Pasir akan menjadi Desa Sadar Kerukunan serta  akan diadakan Kemah Pemuda Lintas Agama. Karena Kelurahan Simpang Pasir dipercayakan  menjadi percontohan sebagai kelurahan rukun dalam kehidupan umat beragama. Pemkot Samarinda juga telah menyediakan lahan lebih kurang 6 hektare yang akan diserahkan kepada Forum Koordinasi Umat Beragama (FKUB) dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Samarinda untuk dibangun Masjid, Gereja Kristen, Gereja Katolik, Vihara, Pura, serta Klenteng di lokasi yang sama dan berada di Kawasan Sungai Kunjang. Rencana akan dimulai pembangunannya tahun depan. Karena ini menjadi komitmen kita bersama untuk menjaga kerukunan antar umat beragama yang ada di Kota Samarinda.
"Mari kita doakan agar Kota Samarinda yamg kita cintai ini dijauhkan dari segala macam bencana, pertikaian serta perpisahan, dan semoga diberikan anak-anak yang soleh dan solehah yang bisa meneruskan pembangunan kota yang kita banggakan ini," ujarnya.
Di akhir sambutan, Jaang berpesan kepada lurah-lurah yang sekarang menjabat agar dapat memberikan pelayanan yang terbaik. Jangan sampai membeda-bedakan.
"Jangan melihat siapa yang datang menghadap,  celana pendek, baju kaos, sendal jepit semua harus diberikan pelayanan yang sama. Jangan bertanya apa yang masyarakat  berikan kepada kita tapi berikanlah pelayanan yang terbaik untuk masyarakat," pesan Jaang. (kmf10/kmf3)

Urunan, Alumni 89 SMP Palaran Santuni Anak Yatim

Berita Sebelumnya

Wagub Sebut Luar Biasa Misi Kemanusiaan untuk Gempa Palu Walikota Perintahkan Dinsos Data Semua Pengungsi di Samarinda

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar