49 Kali

Jaang: Saya Suka Pemuda Kritis Tapi Ikut Bertindak

SAMARINDA. Komunitas Gerakan Merawat dan Menjaga Parit (Gemmpar) Samarinda merupakan salah satu pihak yang rajin membersihkan sampah di parit. 

Kepeduliannya terhadap Samarinda tadi mendapat apresiasi dari Walikota Syaharie Jaang. Rabu (17/1) pagi, komunitas yang diketuai Hairil Marjuki Tanjung ini memenuhi undangan Walikota untuk berdiskusi mengenai situasi terkini kondisi gorong-gorong yang ada di kota Tepian. 

"Pertama-tama atas nama Pemerintah dan pribadi saya mengucapkan terima kasih kepada Komunitas Gemmpar Samarinda yang telah membantu Pemerintah menyelesaikan masalah sampah yang kerap memenuhi parit dikota ini," kata Walikota mengawali pertemuan pagi itu diruang kerjanya. Karena menurut Jaang, permasalah genangan air yang lamban surut pasca hujan deras tak lain penyebabnya adalah sampah plastik yang menyumbat di parit-parit warga sehingga menganggu jalannya aliran air menuju anak sungai. 

Oleh itu, kehadiran komunitas Gemmpar pagi itu, diharapkan Jaang bisa memberikan masukkan terkait langkah-langkah atau tidakan yang harus dilakukan Pemerintah agar masalah sampah plastik yang menjadi permasalahan klasik tidak lagi bersarang di parit-parit lingkungan warga.

"Karena jujur sampah ini dihasilkan warga yang tidak mematuhi aturan membuang sampah pada tempatnya, kalau giliran banjir pemerintah disalahkan, waktunya gotong royong membersihkan gorong-gorong cuma bisa nonton," keluhnya.

Jaang menambahkan hal itu ia katakan bukan berarti  dirinya anti dikritik. "Saya suka sama anak-anak muda yang kritis tapi dia bertindak untuk berbuat seperti Gemmpar. Jangan taunya cuma mengirim gambar-gambar ngak jelas setiap kali ada banjir di simpang Lembuswana," celetuk Jaang.

Sementara, Ketua Komunitas Gemmpar Samarinda Hairil Marjuki menjelaskan, setiap melakukan aksinya tak sedikit timnya selalu berhadapan dengan warga yang kontra dengan aksi Gemmpar. 

Bahkan tak itu saja, kesan dimata masyarakat komunitas Gemmpar adalah petugas kebersihan. 

"Karena setiap ada masalah parit atau gorong-gorong yang tersumbat aliran airnya karena sampah pasti  selalu kami yang dihubungi,"akunya. 

Padahal sambung dia, selain sampah, sedimentasi pasir dan lumpur juga menjadi penyebab utama rata-rata parit yang ada di Samarinda. 

Oleh itu, pihaknya memberikan saran agar Pemkot bisa membangun bak kontrol sebelum membuat parit atau gorong-gorong. 

Maksudnya agar sampah atau sedimentasi yang larut terbawa air hujan bisa tersaring lebih dahulu di bak kontrol sebelum masuk ke dalam parit sehingga membersihkan lebih mudah.

"Untuk langkah tercepat mungkin saat ini Pemkot bisa membangun mesin portabel penyedot lumpur atau pasir dengan harga terjangkau seperti yang dilakukan oleh tim Gemmpar. Sehingga mesin tadi nantinya bisa disebar ke masing-masing kelurahan untuk dimanfaatkan oleh LPM," sarannya.(kmf4)

Penulis:Echa

Biasakan Gunakan Tumbler Sejak Dini

Berita Sebelumnya

Samarinda Bakal 'Diserbu' 200 Travel Agent Wisata Se-Indonesia

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar