60 Kali

SAMARINDA. Melihat fenomena banyaknya warga yang menonton dari pada membantu saat terjadi musibah kebakaran, maka selasa (1/10) pagi, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Samarinda akhirnya melaunching Kampung Pencegahan Dini Musibah kkebakaran Berbasis Masyarakat. Kali ini diawali dari Jl Dokter Soetomo Gang 8, Kecamatan Samarinda Ulu. Sedikitnya pagi itu ada sebanyak 20 kampung yang tersebar di 3 Kelurahan, yakni Kelurahan Sidodadi, Kelurahan Tenun dan Kelurahan Sidomulyo telah resmi dilaunching sebagai Kampung Pencegahan Dini Musibah kkebakaran Berbasis Masyarakat oleh Wakil Walikota Samarinda M Barkati.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Samarinda Nursan mengatakan inisiatif membentuk Kampung Pencegahan Dini Musibah kkebakaran Berbasis Masyarakat tadi melihat dari banyaknya musibah kebakaran di Kota Tepian. Menurut Nursan, setidaknya hingga saat ini telah terjadi 126 kasus kebakaran di Samarinda. Atas dasar itulah, maka pihaknya harus membentuk relawan di setiap kampung.

“Setidaknya masyarakat bisa berpartisipasi terlibat dalam pencegahan dini, bukan banyak menonton setiap terjadi kebakaran,” kata Nursan.

Karena sambungnya, saat terjadi kebakaran masyarakat masih berharap Tim PMK yang bertugas, tentunya sangat membuang waktu untuk tahap pencegahan awal hingga akhirnya api di lokasi kejadian terlanjur membesar dan sedikit menyulitkan petugas untuk memadamkan.

“Karena apabila terjadi musibah, waktu yang dibutuhkan petugas untuk sampai ke lokasi bisa 15 menit. Akhirnya petugas yang memadamkan harus kerja keras karena api semakin membesar," urainya.

Oleh itu, kedepan ia menargetkan setiap RT bisa terbentuk Kampung Pencegahan Dini Musibah kkebakaran Berbasis Masyarakat tadi dengan memberikan pelatihan masyarakat menjadi Relawan Tangguh Bencana. Bahkan pihaknya juga akan menfasilitasi sejumlah peralatan penunjang, seperti Handy Talky (HT), Alat Pemadam Api Ringan (Apar) melalui bantuan CSR pihak ketiga.

Sementara Barkati dalam arahanya memberikan apresiasi kepada Dinas Pemadam Kebakaran yang telah inisiatif membentuk kampung cegah dini disetiap RT. Mengingat setiap becana tentunya tidak bisa ditolak, melainkan bisa dicegah dengan diawali dari diri sendiri dan orang sekitar.

“Jujur untuk masalah kebakaran saya paham betul, karena awal karir saya sebagai PNS ditempatkan di Dinas Pemadam Kebakaran selama 2 tahun. Jadi suka duka saya sudah paham, mulai dari ribut dengan warga saat memadamkan api hingga kadang kesal karena saat terjadi kebakaran banyak yang menonton dari pada membantu,” tutur Barkati.

Padahal sambung dia, pengorbanan seorang petugas saat memadamkan api sangat luar biasa hingga harus berani mengorbankan nyawa demi meredam api yang sedang membara.

“Jadi tidak sedikit petugas harus jadi korban juga untuk kasus yang satu ini,” celetuknya.

Maka dari itu sambung dia, kesadaran masyarakat sangat penting disini, khususnya dalam menyikapi saat terjadi musibah kebakaran di lingkungannya masing-masing. Dimana masyarakat harus diedukasi dalam menggunakan alat pemadam ringan sebagai pencegahan awal.

“Karena pergerakan Tim PMK juga terbatas saat sekarang. Jadi sudah saatnya untuk mengatasi musibah ini diawali dari diri pribadi. Saya yakin langkah yang dilakukan oleh PMK dengan membentuk kampung pecegahan dini sudah betul. Wajib hukumnya bagi Pemkot untuk mendukung program tersebut. Dalam waktu dekat Perwalinya juga akan segera kita terbitkan,” kata Barkati mengakhiri (kmf4)

Penulis: Ahmad Haidir --Editor: Doni

Batu Cermin dan Bantuas Diusulkan Calon Lahan Baru TPA

Berita Sebelumnya

Barkati Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar