1029 Kali

SAMARINDA. KOMINFONEWS – Wali Kota Samarinda Dr H Andi Harun mengajak untuk memperkokoh persatuan, menjaga kebhinekaan dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia, terlebih beberapa waktu lalu ada fenomena sebagian kelompok kecil yang merusak citra kebhinekaan.

Hal ini disampaikan Andi Harun saat membuka Konferensi Daerah (Konferda) I Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) Provinsi Kaltim masa bhakti 2022-2027 di Gedung Christian Center, Jumat (4/2/2022) sore.

“PIKI secara nasional bisa memperkokoh persatuan menjaga kebhinekaan dalam bingkai NKRI. Kita juga ingin semua lembaga, semua organisasi dari semua kelompok agama turut kembali mengambil peran strategis memperkokoh persatuan, kebhinekaan kita sebagai negara kesatuan Republik Indonesia. Dan Samarinda, Kalimantan Timur lebih konstektual sebagai ibu kota negara yang sementara kita harus semakin mempersiapkan, bekerjasama dan menyatukan semua potensi kita,” tegas Andi Harun.

Tak hanya itu lanjutnya juga untuk menyongsong Nusantara yang baru dalam mengambil peran strategis untuk pembangunan, membangun kemitraan dan kerjasama dengan pemerintah.


“Ini untuk semua kelompok dan masyarakat dari semua kelompok agama, suku bangsa dan dengan semua kelompok dengan latar perbedaan-perbedaan apapun dalam rangka mengukuhkan kebhinekaan menjaga persatuan dan sukseskan pembangunan nasional,” tandasnya.

Kepada pengurus PIKI, Andi Harun berpesan agar terus melakukan penjangkauan stake holder terkait sebagai dasar upaya kreatif dalam membangun sekaligus mempromosikan harmoni kebangsaan yang oikumenis.

“Masyarakat kita memang heterogen, tetapi yang perlu kita cari bukanlah celah perbedaan, melainkan persamaan-persamaannya. Dengan cara demikian, saya yakin ketentraman hidup, baik di Samarinda maupun Kalimantan Timur akan senantiasa terjaga selamanya,” imbuhnya.

PIKI, lanjutnya harus siap bersinergi dengan Pemerintah Kota Samarinda dalam mengantisipasi persoalan-persoalan kebangsaan, sosial kemasyarakatan, ekonomi, kebudayaan, dan menemukan solusi yang tepat.

“PIKI tidak boleh menjadi organisasi yang eksklusif, tetapi harus inklusif, diagonis dan terbuka sehingga mampu mendukung program pemerintah mewujudkan Samarinda sebagai kota Pusat Peradaban,” pungkasnya.(DON/CHA/KMF-SMD).

Wali Kota Samarinda Resmikan Masjid Subulana

Berita Sebelumnya

Audiensi dengan Bappenas, Wawali Harap Samarinda Jadi Etalase Kemajuan Pembangunan

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar