5207 Kali

SAMARINDA, KOMINFONEWS- Wali Kota Samarinda Dr H Andi Harun bersama Wakil Gubernur Hadi Mulyadi meresmikan gedung columbarium di Kawasan Pemakaman warga Tionghoa Serayu Samarinda Utara. Tampak hadir kabag Kesra Kumarul Zaman, Camat Samarinda Utara Syamsu Alam, dan beberapa pejabat lainnnya, serta para tokoh masyarakat termasuk tokoh agama Budha dan masyarakat Tionghoa di Samarinda.

Acara dibuka dengan pembacaan do'a secara agama Islam oleh wakil gubernur Hadi Mulyadi, dilanjutkan dengan laporan dari ketua pembangunan colimbarium Alwi Mulyanto yang memaparkan sejarah dan maksud dibangunnya columbarium ini.

Menurut Alwi Mulyanto ide awal dibangunnya fasilitas kremasi dan penyimpanan abu jenazah ini bermula dari rasa keprihatinan para tokoh Tionghoa saat pandemi masih berlangsung beberapa waktu lalu. Ketika itu banyaknya orang yang meninggal dunia sementara lahan pemakaman sudah mulai sulit dan mahal. Maka salah satu alternatif adalah dengan membangun tempat pengabuan jenazah yang dikenal dengan nama columbarium  ini.

Sementara itu Wali Kota Samarinda Dr H Andi Harun dalam sambutannya mengatakan,  seiring dengan pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi saat ini angka kematian pun ikut meningkat. Hal ini tentu saja memberikan dampak terhadap kebutuhan lahan yang difungsikan sebagai area pemakaman. Sementara ketersedian lahan untuk pemakaman sendiri juga terbatas khususnya pada kawasan perkotaan yang padat pemukiman.



"Untuk itu tidak jarang pada masa sekarang ini orang lebih memilih cara praktis seperti kremasi atau pembakaran jenazah, karena dianggap lebih praktis, sederhana, murah, cepat, aman dan efisien," tutur Andi Harun. Terlebih menurut dia, pada masa pandemi virus covid 19 belum lama ini, yang sangat membutuh proses cepat untuk pemakaman korban pandemi. Ditambah lagi adanya alasan relegius atau keyakinan agama tertentu yang membutuhkan dilakukannya kremasi.

Oleh karenanya Andi Harun menilai bahwa pembangunan gedung columbarium Yayasan Karya Insani ini merupakan suatu langkah tepat untuk menjawab kebutuhan masyarakat tersebut.

"Untuk itu atas nama Pemerintah Kota Samarinda, terimakasih saya ucapkan kepada pihak panitia pembangunan beserta seluruh donator yang telah bersinergi dalam penyediaan fasilitas umum berupa gedung columbarium yang nantinya akan dimanfaatkan untuk seluruh lapisan masyarakat Kota Samarinda, bahkan mungkin dari luar daerah. Hal ini merupakan sebuah konstribusi tidak langsung kepada pemerintah dalam meningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat," lanjut Andi Harun.

Diluar dari hal tersebut ujarnya, pembangunan gedung columbarium ini juga merupakan salah satu bukti kepedulian kita kepada sesama tanpa memadang atau membedakan suku, ras, agama dan kepercayaaan, sehingga dengan demikian diharapkan akan menambah berjaganya kondusifitas Kota Samarinda yang sudah ada selama ini, karena adanya harmonisasi, kerukunan dan rasa kebersamaan diantara seluruh lapisan masyarakat.

Menurut orang nomor satu di Pemerintah Kota Samarinda tersebut, dengan diresmikannya gedung columbarium ini, maka tanggung jawab kedepan yang harus dilaksanakan adalah menjaga keberadaan dan pengelolaannya dengan baik.
"Kepedulian setiap komponen terhadap sarana pelayanan kepada warga yang tengah mengalami kedukaan ini saya harapkan mampu meningkatkan manfaat dan kegunaan, sehingga eksistensinya dapat selalu diberdayagunakan bagi kepentingan masyarakat yang membutuhkan," pungkas Andi Harun.

Selanjutnya diadakan penandatangan prasasti, pemotongan pita, penandatanganan akte notaris sebagai bentuk legalitas kepada Yayasan Karya Insani dan peninjauan ruangan serta fasilitas yang ada di dalam columbarium ini. (ASYA/KMF-SMR)

Wayang Kulit jadi Puncak HUT ke 19 Ikapakarti

Berita Sebelumnya

Perjuangkan Hak Warga Samarinda, Wali Kota Andi Harun Apresiasi Hadirnya Fordamai IKN

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar