61 Kali

TENGGARONG. Walikota Samarinda Syaharie Jaang mengikuti rangkaian prosesi puncak Erau Adat Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, di Museum Keraton Kutai Kartanegara, Minggu (15/9).

Jaang yang menghadiri puncak Erau seusai pagi harinya melepas Fun Walk BPJS Ketenagakerjaan di GOR Segiri Samarinda, mengikuti prosesi adat dari awal hingga akhir, mulai prosesi mengulur naga hingga belimbur.

Menghadiri puncak adat Erau ini, tentunya sudah harus siap basah-basahan. Begitu pula dengan Jaang yang mengenakan baju nuansa Sarung Samarinda.

Saat mengikuti prosesi adat belimbur yang dilakukan oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI Pangeran Aji Muhammad Arifin, Jaang pun harus rela untuk disiram air tuli atau air suci yang dibawa dari Kutai Lama oleh Sultan, menandai dimulainya adat belimbur atau bersiram-siraman untuk mensucikan diri.

"Tidak boleh marah. Ini adat yang harus dilestarikan dan dibudayakan. Tentunya juga seperti diharapkan adat ini tetap dipelihara dengan adab. Jangan sampai dikotori dengan hal-hal yang negatif. Jangan sampai ada menyiram dengan air kotor. Apalagi, tamu yang datang bukan hanya dari Kaltim, turis asing, raja-raja nusantara juga hadir, termasuk dari pulau Bali ada tadi," ucap Jaang.

Tampak hadir Bupati Kukar Edi Damansyah, Sekda Kukar Sunggono, Kepala BPK RI Perwakilan Kaltim Dadek, Dandim Balikpapan Kolonel Inf Muhammad Eliyas, Kasi Pers Korem 091 ASN Letkol Inf Windarto dan Forkopimda Kukar, tokoh masyarakat dan agama se Kukar, Raja dan Sultan se Nusantara.(kmf2)

Penulis/Editor: Doni

Jaang Ngulur Naga di Tenggarong, Sugeng Naga Bekenyawa di Samarinda Seberang

Berita Sebelumnya

Instruksi Walikota, Berdoa Minta Hujan Saat Apel

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar