240 Kali

SAMARINDA. Setelah beberapa waktu lalu Wakil Walikota Samarinda, M Barkati ikut memikul keranda jenazah Khairiyah hingga ke Pemakaman Teluk Lerong. Kembali Barkati melepas jenazah korban kecelakaan yang tujuannya hendak menghadiri Haul Abah Guru Sekumpul KH Zaini Abdul Ghani Ke 15 di Martapura Kalimantan Selatan.

 

Senin (02/03) pagi Wawali melepas 2 jenazah Nor Iriana (51) warga Jl Lambung Mangkurat dan Ratu Balqis 8 bulan warga Jl Damanhuri di Kuburan Muslimin Gunung Lingai.

 

Seperti diketahui dua korban ini mengalami kecelakaan tragis, tepatnya di Desa Tumbang Nusa Km 75 Kecamatan Jabiren, Kabupaten Pulang Pisau, sekitar pukul 15.00 WIB, Sabtu (29/02). Sementara pengemudi Arif Fahmy dan Ahyana Aulia yang juga anak dari Nor Iriana saat ini dalam kondisi kritis di Rumah Sakit Palangkaraya.

 

“Kita doakan almarhumah dan ananda Ratu Balqis mendapatkan tempat terbaik dan sesuai hajatan mereka hendak menghadiri haul Kekasih Allah abah Guru Zaini Sekumpul. Semoga diampuni segala dosanya,” tutur Barkati yang bergegas menghadiri pemakaman seusai memimpin apel di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda.

 

Tak hanya itu, Barkati juga mengajak seluruh warga dan jamaah Haul abah Guru Sekumpul mendoakan kesembuhan dari Ahyana dan Arif Fahmy yang saat ini dalam keadaan kritis.

 

“Mari kita doakan mereka bisa melewati masa kritisnya dan segera sembuh. Kepada saudara kita Pak Syaiful (anggota DPRD Samarinda Periode 2014-2019), suami dari Ahyana dan ayah dari Ratu Balqis agar diberikan kekuatan dan ketabahan karena diuji dengan kehilangan ibu mertua dan putrinya, juga saat ini istri dan saudara iparnya dalam keadaan kritis,” tutur Barkati.

 

Wawali juga mengajak seluruh warga untuk mendoakan rombongan jamaah Haul Sekumpul untuk diberikan keselamatan, kelancaran dan kesehatan hingga balik ke rumah masing-masing.

 

“Mari kita doakan saudara kita jamaah Haul Abah Guru Sekumpul agar diberi kelancaran, keselamatan dan tetap sehat sampai kembali ke rumah,” ucap Barkati.

 

Oleh karena itu Barkati berpesan agar dalam berkendaraan tetap mengutaman keselamatan dan kehati-hatian.

 

“Kalau uyuh (capek, red), mengantuk dibawa guring (tidur, red). Jangan dipaksakan untuk keselamatan kita dan penumpang, serta orang lain,” pesan Wawali. (KMF2)

 

Penulis/Editor: Doni

Pimpin Apel di DLH, Barkati Puji Banyak Inovasi

Berita Sebelumnya

Buka Forum Penyusunan RKPD Samarinda Tahun 2021, Asisten II Minta OPD Tidak Protes

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar