636 Kali

SAMARINDA. Wakil Walikota Samarinda, M Barkati mengajak semua untuk melestarikan kesenian tradisional Tionghoa, Barongsai agar tidak punah termakan teknologi. Hal ini disampaikannya saat Pelepasan Barongsai dalam rangka Cap Go Meh Gong Xi Fat Chai 2571 dirangkai dengan ramah tamah di Kelenteng TI.T.D Thien Ie Kong, Jl Yos Sudarso, Sabtu (08/02) pagi.

 

“Budaya barongsai ini berawal dari sebuah tradisi yang terus dilestarikan supaya tidak punah termakan zaman teknologi. Kita akan bersama melestarikan tradisi yang mungkin orang juga daerah lain tidak punya. Lewat kebudayaan, kekompakan dan kebersamaan semakin solid untuk membangun Kota Samarinda,” tutur Barkati.

 

Nanti barongsai ini bukan lagi hanya milik warga Tionghoa saja, melainkan sudah menjadi budaya Samarinda dan milik kita semua warga Samarinda.

 

“Semua ini intinya harus bangga menjadi warga Samarinda. Kalau filosofi itu sudah tertanam Insya Allah kota kita akan terus damai , tidak ada kerusuhan ataupun konflik. Kalau sudah mempunyai rasa memiliki pastinya menjadi kebanggaan dan selalu menjaga kota tercinta ini,” pesannya.

 

Menurutnya, jika Kota Samarinda yang bisa memberikan nafkah untuk semua, kenapa tidak mempunyai rasa untuk memiliki.

 

“Pelan-pelan kita harus terus berbaur dan tidak membedakan lagi suku, agama dan golongan. Itu buktinya beberapa pemain barongsai adalah orang Bugis,” tambahnya.

 

Sama halnya seperti yang diutarakan tokoh Tionghoa, Yos Soetomo bahwa Indonesia itu Bhinneka Tunggal Ika.

 

“Barongsai ini milik Indonesia. Oleh sebab itu, kita harus bersama menjaga NKRI dan Pancasila. Tidak membedakan suku, agama dan golongan. Untuk barongsai nantinya tidak hanya di klenteng sini saja, tetapi bisa dimana-mana. Bahkan di tengah masyarakat umum,” tutupnya. (KMF5)

 

Penulis: Afdani —Editor: Doni

Barkati Bersholawat Bersama Warga Tanah Merah

Berita Sebelumnya

Barkati : Akhlak Bisa Membentuk Karakter Anak

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar