243 Kali

SAMARINDA. Walikota Samarinda, Syaharie Jaang mengumpulkan para keluarganya, termasuk keluarga besar Rumah Jabatan Walikota Samarinda dan beberapa sahabatnya dalam kegiatan Family Gathering Syaharie Jaang sambil mengarungi Sungai Mahakam menggunakan kapal wisata Pesut Bentong, Minggu (5/1).

 

“Silaturahmi atau bahasa kerennya family gathering Keluarga Besar Rumah Jabatan Walikota, Keluarga dan orang-orang dekat kami yang jasanya selalu kami ingat. Tujuannya untuk saling memotivasi dan semangat kebersamaan, dimana bahwa hidup ini kita perlu orang lain, sehingga apa yang sekarang didapat berkat kerja keras kita semua, bukan karena saya sendiri,” ucap Jaang dalam mengawali obrolan santai pada Family Gathering.

 

Dia menyebutkan bahwa mereka yang bertugas di rumah jabatan sudah dianggap sebagai keluarga sendiri yang mempunyai tugas dan peranan masing-masing.

 

“Di lingkungan Rumah Jabatan ada yang tugasnya bersih bersih rumah, sopir, mengurus taman, bahkan imam Musholla. Sengaja kami kumpulkan dengan membawa anak istrinya untuk bersilaturahmi dan berbagi motivasi,” tutur Jaang.

 

Dikatakan Jaang tidak ada orang sukses tanpa orang lain dan ingin sukses harus bisa menempatkan diri di tengah orang lain.

 

“Kalian yang hebat, bukan saya. Karenanya ada yang namanya tim sukses. Ada juga namanya kaki tangan, buah tangan hingga tanda tangan,” imbuh Jaang.

 

Dikatakan Jaang juga tidak ada orang yang sukses orang durhala kepada orang tua dan orang lebih tua.

 

“Kalian tidak ada kewajiban hormat kepada saya duluan daripada orang tua,” ucap Jaang lagi.

 

Jaang juga berpesan agar tidak meremehkan dan menggampangkan orang lain.

 

“Semua rahasia Allah SWT. Kita tidak tahu kedepannya bagaimana nasib orang yang kita remehkan ini. Begitu juga dengan saya yang dari hulu Mahakam ini bisa menjadi pemimpin di ibukota Kaltim. Orang hanya melihat bagaimana saya sekarang, bukan melihat perjalanannya,” ucap Walikota dua periode tersebut.

 

Jaang juga mencontohkan salah satu pegawai rumah jabatan, Saipul yang seharinya sebagai koordinator rumah jabatan.

 

“Ipul ini adalah motivator inspirator. Ijazahnya SMP, golongan 1 C. Awalnya kerjaan mengepel bersih-bersih rumah jabatan dan menyiapkan kegiatan Walikota. Sekarang jadi koordinator dan sudah golongan III A. Pendidikan dan ilmu bisa memutus rantai kemiskinan,” imbuh Jaang.

 

Ipul sendiri ketika diminta memberikan sambutan menyebutkan banyak nasehat dan motivasi dari Syaharie Jaang didapatnya.

 

“Saya dinasehati bapak (Syaharie Jaang, red) saya anggap seperti bapak sendiri. Karena memang sejak umur 5 tahun saya sudah ditinggal ayah saya. Yang paling saya ingat nasehat bapak, bagaimana kita harus hormat ibu, bapak. Saya disuruh sering-sering mendatangi ibu, hormati ibu. Nasehat bapak yang selalu saya ingat, ibu itu Tuhan di dunia. Sehebat apapun di dunia kalau tidak mengabdi ke orang tua, bukan orang hebat,” ucap Ipul.

 

Dalam kesempatan itu Hadir Nirpan yang sejak tahun 1986 sudah ikut Syaharie Jaang bekerja di perusahaan hingga sekarang menjadi staf, bahkan ada juga Suwarno sahabatnya yang mana dulu menggonceng istrinya Puji Setyowati ketika hendak pergi akad nikah ke KUA.

 

“Kita harus ingat orang di sekitar kita. Warno, Batuah, teman saya. Warno yang menggonceng istri saya dan satu lagi almarhum Aji Saripudin teman kampus di Widya Gama. Mereka inilah yang mengantarkan ke KUA. Tidak pakai resepsi, cukup akad nikah karena memang keadaan. Aku sampai mati ingat ini,” pungkas Jaang.

 

Dalam family gathering ini juga dibagikan puluhan hadiah doorprize dengan hadiah utama 2 unit sepeda dan televisi. (KMF2)

 

Penulis/Editor: Doni

Barkati: Jangan Puas Hanya Jadi Alumni SMP

Berita Sebelumnya

Revisi RTRW dan RDTR Tuntas di 2019, Lanjut 2 Hari Rakor TKPRD

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar