302 Kali

SAMARINDA. Wali Kota Samarinda Dr H Andi Harun menawarkan adanya desain baru dalam kegiatan konser musik.

 

Ini disampaikan saat menghadiri Hari Musik Nasional Mucaltive di Lt.9 La Luna Bistro, Hotel Horison, Rabu (10/03) sore.

 

“Konsep desain baru konser musik juga seperti arahan kebijakan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Kalau daerah yang zonanya hijau itu bisa full live konser, kalau masih zona orange sampai kuning maka dia hybrid dan yang masih zona orange sampai merah ya mau tidak mau harus live secara virtual. Maka dari itu sebabnya selalu saya dorong, ayo semua pihak harus terus patuh dengan Protokol Kesehatan (Prokes),” ucap Andi Harun.

 

Menurutnya harus ada upaya yang sungguh-sungguh supaya pelaksanaan konser musik itu bisa dijalankan tetapi tidak bertentangan atau tidak melanggar dengan prokes yang menjadi tanggung jawab bersama untuk terus dilaksanakan.

 

Ditambahkannya para pelaku musik kreatif serta para musisi lokal didorong supaya terus berkarya untuk kembangkan kreatifitas.

 

“Pesan saya adalah jangan menyerah dengan keadaan ini jangan sampai teman-teman musisi lokal kehilangan motivasi di tengah situasi Pandemi Covid-19. Kita juga percaya para musisi lokal bisa punya ide kreatif dan menghasilkan produk yang positif. Pemerintah akan hadir di tengah-tengah keinginan musisi semua tetapi intinya semua harus taat aturan prokes yang diatur pemerintah terutama melaksanakan 3 M yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” katanya.

 

Ditegaskannya supaya membuka kebiasan atau memulai kebiasaan baru dengan melakukan konser yang terbatas berbasis Covid-19 tanpa harus terhalangi kreatifitas para pelaku musik itu.

 

“Dan bila itu sudah berhasil ditunjukkan oleh pegiat musik kreatif lokal tidak menutup kemungkinan selain musisi lokal kita juga bisa datangkan musisi nasional untuk tampil dengan aturan standar Prokes,” tambah Wali Kota Samarinda.

 

Prokes sangat diperhatikan betul-betul karena menurut orang Nomor 1 di Kota Samarinda tersebut bahwa Kalimantan Timur masih menjadi daerah monitoring dalam kasus Covid-19.

 

“Jajaran Pemkot Samarinda juga terus melakukan upaya dalam rangka melakukan kolaborasi penanganan Covid-19.  Sehingga kita bisa menjamin dan memastikan segala aktivitas ataupun kegiatan masyarakat bisa berjalan dengan aman. Tetapi dengan adaptasi baru dan ketat dengan prokes,” katanya.

 

Ia mengemukakan sudah mengambil kebijakan melakukan pembentukan Kota Samarinda sebagai daerah tangguh Covid-19 dengan melakukan upaya pembentukan kampung tangguh Covid-19 hingga ke tingkat RT.

 

“Sekaligus disertai dengan penanganan dan pembinaan melalui pembentukan posko tangguh Covid-19. Di beberapa wilayah tingkat RT kita dahulukan di daerah yang potensial tingkat penyebaran Covid-19nya di atas rata-rata normal atau cukup tinggi,” bebernya.

 

Ia mengemukakan seminggu ini melakukannya sambil menunggu revisi program-program perwali Nomor 43 yang ditingkatkan insensitas dalam penanganannya termasuk pengetatan penggunaan prokes.

 

“Kami menyadari bahwa elemen masyarakat sangat bervariasi sehingga perlu diadakannya operasi yustisi di Kota Samarinda. Dalam beberapa hari terakhir ini telah diadakan operasi yustisi prokes. Tujuannya supaya kesadaran masyarakat semakin meningkat untuk menggunakan prokes,” tegasnya.

 

Ia menyebutkan Covid-19 ini tidak bisa diperkirakan sampai kapan berakhir. Tetapi dimintanya semua tidak boleh menyerah, kesehatan dan ekonomi termasuk kreatif harus terus berjalan. “Kalau ini semua bisa dilakukan serta dipatuhi maka kita amat sangat percaya ekonomi juga akan tumbuh secara positif dengan bertahap,” pungkasnya. (bay/don/kmf-smd)

 

Wawali Sambut Baik Aspirasi Forum RT Sungai Pinang Dalam

Berita Sebelumnya

Wali Kota Sidak Restoran, Komitmen PAD Tahun 2021 Bakal Meningkat

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar