83 Kali

SAMARINDA. Walikota Samarina Syaharie Jaang menjadi salah seorang pembicara pada 1st National Conference of Public Health yang digelar oleh Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) di Aula Gedung UMKT, Jalan Juanda, Sabtu (24/08).

Acara yang bertema “Kota Sehat dan Ramah Anak Di Bumi Pesut Etam” ini membincang kesehatan masyarakat, ilmu kesehatan, keperawatan, kedokteran dan tentang smart city.

Pada pertemuan tersebut, Jaang yang berkesempatan membuka acara secara resmi berbicara mengenai persiapan Sumber Daya Manusia Indonesia Unggul dan Program Samarinda Smart City.

Orang nomor satu di Samarinda itu mengaku bangga lantaran mendapat kehormatan menjadi narasumber dan membuka acara dimaksud.

“Saya merasa bangga luar biasa bisa berdiri disini (di UMKT) dengan usia UMKT yang baru 2 tahun ini sudah luar biasa besar dengan penerimaan mahasiswa sebanyak 1.955 orang,” ucap Jaang.

Walikota pada kesempatan itu memaparkan Program Smart City yang berkaitan dengan kesehatan pada sesi Seminar Kesehatan dimana UMKT menghadirkan 3 orang narasumber yaitu Syaharie Jaang, SH, M.Si (Walikota Samarinda), Prof Sukri Palutturi S.KM, M.Kes, M.Sc.PH, Ph.D (Dosen FKM UNHAS, Praktisi Healthy City) dan Ghozali MH, Ph.D (Wakil Rektor I UMKT, Praktisi Health Promotion).

Pada Program Samarinda Smart City yang berkaitan dengan kesehatan, Jaang menyampaikan telah membentuk Forum Kecamatan Sehat dan Pokja Kelurahan Sehat dibawah koordinasi Forum Kota Sehat (Forkots).

“Samarinda mendapatkan penghargaan tertinggi bidang kesehatan Swasti Saba Wistara secara berturut-turut tahun dari 2015 dan 2017 (penilaian tiap 2 tahun), juga ada Program Sekolah Sehat, serta Program Kampung KB di seluruh kecamatan”, tuturnya.

Jaang meneruskan, program yang berkaitan dengan lingkungan hidup diantaranya deklarasi bersama stop Buang Air Besar Sembarang (BABS), menghidupkan Gerakan Memungut Sehelai Sampah Sungai Karang Mumus dan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) melalui olahraga.

Tak hanya itu, dari sektor ketahanan pangan Samarinda dikatakan Jaang 3 kali berturut–turut mampu mempertahanakan kestabilan harga bahan pokok melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan harga pasar dapat dikendalikan pemerintah.

Tak hanya itu lanjutnya, memperbaiki hidup petani, sehingga mampu memproduksi hasil pertanian menuju swasembada pangan.

“Masyarakat di Kota Samarinda dapat dikatakan sudah maju dan memiliki daya saing. Hal ini terlihat dari capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang semakin tinggi tiap tahun”, tambah Jaang saat membahas Program Smart Ciy yang berkaitan dengan SDM Unggul.

Disela–sela acara Walikota juga tak lupa mengajak para adik-adik mahasiswa untuk menggunakan tumbler.

“Pemerintah Kota Samarinda sedang gencar mesosialisasikan pengurangan bahan plastik, seluruh Pegawai Pemkot Samarinda saya wajibkan menggunakan tumbler, botol minuman yang bisa diisi ulang. Mari mulailah kita membiasakan diri membawa dan menggunakan tumbler agar mengurangi sampah berbahan plastik,” pungkas Jaang. (kmf13)

Penulis: Ferdi --Editor: Doni

Jaang : Perekonomian Kota Samarinda Stabil

Berita Sebelumnya

Pawai Pembangunan Di Palaran Tak Kalah Meriah, Sedot Antusias Warga

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar