1164 Kali

Wali Kota Samarinda H Syaharie Jaang yang meresmikan penggunaanya pagi itu mengutarakan, selain memiliki fasilitas unit pengomposan khusus untuk sampah-sampah organic yang nantinya bisa dimanfaatkan sebagai pupuk, TPA Sambutan ini dalam pengoperasiannya juga menerapkan sistem sanitary landfill, dimana sambung dia sistem pengolahan sampahnya dengan cara menimbun tumpukan sampah yang telah dipadatkan dengan lapisan tanah sehingga dapat mengurangi pencemaran udara.

“Tentu saja penerapan sistem ini yang membedakan antara TPA Sambutan dengan TPA Bukit Pinang yang pengoperasinya menggunakan sistem open dumping. “ kata Jaang. Setelah melihat secara langsung, Jaang meyakinkan TPA seluas 30 Hektare tersebut memiliki fasilitas pegelolaan air sampah dengan menggunakan sistem ramah lingkungan. “Jadi saya pastikan pengelolaan air sampah disini tidak sampai menimbulkan dampak terhadap lingkungan, karena memang kolam yang disiapkan untuk mengantisipasi agar air tidak sampai meresap ke dalam tanah dibarengi dengan tekhnologi yang mumpuni,” sebutnya di hadapan Sekretaris Kota H Zulfakar Noor, Asisten II Suko Sunawar serta pejabat di lingkungan Pemkot Samarinda.

Keberadaan TPA Sambutan ini kata dia tak lepas bantuan dari dana APBN yang selama dua tahun turun untuk mendanai proses pembanguan TPA tersebut ditambah dana dari APBD Provinsi Kaltim Rp 3 Miliar di tahun 2013.

”Untuk itu dalam kesempatan ini tak lupa saya mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu termasuk juga perusahaan tambang hingga akhirnya TPA ini sudah bisa difungsikan,” haturya.

Mengingat sambung dia keberadaan TPA Sambutan sudah menjadi kebutuhan yang mendesak seiring TPA Bukit Pinang yang kondisinya sekarang ini sudah tidak memungkinkan. “Coba kita bayangkan dalam sehari ada 700 ton sampah yang dihasilkan warga dalam sehari, jadi keberadaan TPA sambutan ini saya pastikan sudah tepat karena juga ada nilai ekonomis yang bisa dihasilkan disini dengan memanfaatkan sampah plastik menjadi kompos yang pada akhirnya memperpanjang umur TPA itu sendiri,” ungkapnya.

Sementara , Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Samarinda Sugeng Chairuddin memprediksikan jika beroperasi penuh, TPA itu membutuhkan waktu 4 hingga 5 tahun untuk kembali membuka blok baru di atas lahan 30 hektare.

Jamkesda Tetap Eksis

Berita Sebelumnya

Berita Kritikan Diistilahkan Tulisan

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar