202 Kali

SAMARINDA. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda Sugeng Chairuddin mengemukkan tes swab yang dilakukan di lingkungan ASN semata-mata untuk kepentingan tracing atau melacak potensi penularan karena ada kasus positif Covid-19.

 

“Kita melakukan tes swab di Balaikota, baik kepada pejabat maupun staf semata untuk kepentingan tracing. Ini untuk memutus penyebaran di lingkungan Balaikota karena memang ada kasus positif yang menimpa satu pejabat di Balaikota yang barusan telah berpulang,” ucap Sugeng dalam Rapat Koordinasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Rumah Jabatan yang dipimpin Walikota Samarinda, Syaharie Jaang melalui Video Conference, Rabu (22/7/2020).

 

Sugeng menjelaskan tes yang dilakukan bukan baru-baru ini saja dan bukan prioritas ASN terlebih pejabat.

 

“Untuk masyarakat juga kita lakukan dan gratis. Bahkan lebih awal kita sudah pernah melakukan tes massal seperti kasus klaster Gowa. Yang non klaster atau upaya tracing kita lakukan tes massal di pasar-pasar tradisional,” beber Sugeng.

 

Dicontohkan Sugeng lagi, Dinas Kesehatan kembali melakukan tes swab di salah satu OPD karena ada kerabat dari yang kontak erat klaster KT2.

 

“Bagi OPD yang tidak ada kontak dengan kasus, ya tidak kita lakukan. Bahkan kita membuat edaran kepada pegawai untuk rapid test mandiri,” imbuh Sugeng.

 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Samarinda, dr Osa Rafshodia menambahkan posisi Samarinda dalam melakukan tracing dengan melakukan tes swab hampir 10.000.

 

“6.000 yang sudah ada hasilnya dan yang masih mengantri 3.000-an. Sedangkan rafid ifa sudah 8.100-an,” beber Osa.

 

Plt Kepala Dinas Kesehatan Ismed Kusasih menambahkan, tes swab yang dilakukan hampir 10.000 dengan rasio 1.000 per 10 penduduk di atas rasio WHO.

Ia mengatakan swab yang dilakukan Dinkes, alat PCR ada di unit milik Provinsi di RSUD A Wahab Syahrani. Kapasitasnya sehari bisa 150-200 sample dan Labkesda Provinsi kapasitasnya 75 sample.

 

“Jadi kita tetap menunggu antrian, apalagi bukan hanya menerima dari Samarinda saja, juga daerah lainnya juga di Provinsi,” bebernya.

 

Ia mengemukakan, mereka menjadwalkan permintaan swab karena fokus terhadap yang terindetifikasi.

Dalam rakor itu atas arahan Walikota, Sugeng diminta meminta doa mendoakan almarhum staf Balaikota yang terpapar Covid-19 telah meninggal dunia. (don/kmf-smd)

Pembongkaran Rumah SKM Kembali Lanjut 5 Agustus Setelah Idul Adha

Berita Sebelumnya

Stapala Trifecta Samarinda, Gaungkan Olahraga Virtual Sesuai Protokol Covid-19

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar