1504 Kali

SAMARINDA.KOMINFONEWS-Pemerintah Kota Samarinda, terus mendorong semua gedung perkantoran dan sekolah di lingkungan pemerintah mampu menciptakan bangunan ramah anak sebagai upaya mendukung predikat "Kota Layak Anak" (KLA) di kota Tepian dari peringkat madya menjadi nindya dan utama untuk tingkat nasional.

Wakil Wali Kota Samarinda Dr Rusmadi, mengarahkan agar perkantoran pemerintahan segera dilakukan rehab terkait dukungan fasilitas bangunan terhadap ramah anak tadi.

“Saya minta tim anggaran harus segera bergerak. Selain pada ruang terbuka seperti taman, perkantoran juga penting untuk kita benahi dulu. Karena ramah anak bukan isu sekarang. Ketika kita lahir sudah harus ada perhatian terhadap hak anak sebagai pemilik masa depan bangsa,”pesan Wawali ketika membuka rapat koordinasi gugus tugas terkait persiapan verikasi lapangan KLA 2022, Senin (20/6/2023)di Balai Kota.

Menurut Wawali, aspek-aspek yang berkaitan terhadap ramah anak harus segera mulai dilakukan khususnya berkenaan dengan infrastruktur jalan dan pembangunan perkantoran. 

Oleh itu sambung dia, untuk mendukung tadi, pemerintah tidak mungkin bisa bekerja sendiri, dibutuhkan kerja terpadu dan semua komponen harus terlibat termasuk diantaranya perguruan tinggi.


Karena jelasnya, anak-anak  juga mempunyai hak yang sama seperti orang dewasa pada umumnya, sehingga hak tadi harus ditempatkan pada posisi yang mulia seperti memuliakan orang tua dan wanita.

“Intinya pembangunan kota Samarinda harus berperspektif pada ramah anak,”tuturnya.

Tak itu saja, Wawali menambahkan, jika indikator wilayah ramah anak juga berkaitan dengan tidak adanya iklan rokok yang berdekatan dengan pusat pendidikan. Selain itu, ia menekankan agar sekolah juga harus bisa menambah fasilitas toilet bagi pelajarnya.

“Tolong masalah ini harapannya bisa dirumuskan dalam rakor. Sedangkan untuk peringkat, target kita harus naik kelas dari Madya menjadi Nindya. Sehingga kerja ini bisa dikatakan berhasil kalau indikatornya sudah naik atau meningkat,”pintanya.

Walaupun, langkah tersebut bukan hanya soal lomba melainkan juga status bagian penting disini. Karena tujuannya walau tanpa ada evaluasi dan penilaian sudah menjadi kewajiban bersama untuk memajukan pembangunan yang berperspektif terhadap anak.

Sementara, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Samarinda Deasy Evriyani, menambahkan secara internal Pemkot Samarinda telah melakukan assessment dan mengantongi 708,7 point sebagai modal awal.

Bahkan ditingkat provinsi Kaltim, hasil penilaian boleh dikatakan naik untuk tahun 2022 dari predikat Madya berhasil Menjadi Nindya. 

“Di Kaltim, kebetulan cuma kota Samarinda yang predikatnya bisa naik kelas,”kata Desy.

Ia optimis, hasil verifikasi yang dilakukan Kemen PPPA nanti, Samarinda bisa mendapatkan predikat Nindya. Oleh itu, agar target tadi tercapai harapanya OPD (Organisasi Perangkat Daerah) bisa bekerjasama dalam membantu untuk mengupdate kembali data-data pendukung fasilitas terbaru di instansinya hasil inovasi dukungannya terhadap ramah anak.(CHA/DON/KMF-SMD)

Hadiri Workshop Membuat Novel, Wawali Yakin Membaca Dapat Membangun Peradaban Bangsa

Berita Sebelumnya

Hadiri Halal Bi Halal Warga Tabalong, Andi Harun Perkenalkan Pro Bebaya

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar