156 Kali

    SAMARINDA. Walikota Samarinda Syaharie Jaang mengklarifikasi terkait penerapan Perda Syariah, yang mana ketika mau bertemu walikota, warga terlebih dulu dites baca Al Quran. Hal ini menjadi bahasan dalam dialog salah satu TV nasional yang menyebutkan Samarinda menerapkan demikian.

    Demikian disampaikan Syaharie Jaang pada rapat koordinasi Camat dan Lurah Se- Kota Samarinda di aula Rumah Jabatan Walikota, Rabu (21/11).

    Jaang menjelaskan bahwa sebenarnya mendapatkan kiriman teman dari Jakarta  yang mendialogkan tentang Perda Syariah di salah satu TV Nasional, tetapi ada beberapa hal yang menurut Jaang harus diklarifikasi terkait bila mau bertemu Walikota syaratnya harus dites baca Al-Quran dulu.

    “Saya sebagai Walikota yang punya tanggung jawab sampai ke masyarakat paling bawah menyampaikan bahwa dialog ini sebenarnya sangat baik dengan tujuannya untuk mencairkan suhu politik yang lagi menghangat dengan latar belakang agama. Tetapi pada saat mengatakan ada Perda di Kota Samarinda kalau mau bertemu walikota harus dites baca Al-Quran dulu, itu yang tidak benar,” bantah Jaang.

    Oleh sebab itu menurut Jaang dialog ini kalau tidak segera diklarifikasi bisa menjadi persoalan yang sangat sensitive, apalagi masalah SARA dan berita seperti ini pada jaman digitalisasi bisa dilihat oleh se- Dunia.

    Ia segera memerintahkan Sekda bersama Diskominfo untuk minta penjelasan klarifikasi terhadap diskusi yang diselenggarakan oleh salah satu TV Nasional tersebut karena terkait Perda bila mau bertemu Walikota harus dites baca Al – Quran dulu, itu tidak dibenarkan.

    “Pemkot Samarinda tidak pernah membuat Perda seperti itu, bila mau bertemu untuk audiensi dengan Walikota bebas saja tinggal atur jadwal yang sudah disusun oleh Protokol,” sebut Jaang.

    Ditambahkan Jaang untuk menangkal isu–isu hoax yang tidak diinginkan, memerintahkan kepada seluruh Camat dan Lurah menyangkut pelayanan publik tidak pilih–pilih agama, suku atau golongan, semua masyarakat mempunyai hak yang sama sesuai aturan dan perundangan.

“Jangan bedakan masyarakat yang membutuhkan pelayanan publik karena di tahun politik seperti ini sangat sensitif dan bisa menjadi hoax. Saya berkomitmen diakhir masa jabatan saya menjadi Walikota bisa meninggalkan nama baik yang dikenang oleh anak cucu kita,” tambahnya.(Kmf5)

Penulis: Afdani

Walikota Apresiasi Veteran

Berita Sebelumnya

Walikota Keluarkan Edaran Pegawai Bawa ‘Botol’ Minum Sendiri. Wujudkan lingkungan bersih, kurangi sampah plastik

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar