935 Kali

SAMARINDA. Terhitung mulai Senin (07/09) besok, Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 43 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan (Protokes) Covid-19 di Kota Samarinda mulai diberlakukan. Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Sugeng Chairuddin meminta kepada aparat Satpol PP dibantu kepolisan dan TNI sudah mulai menyisir tempat-tempat keramaian yang rentan terhadap penyebaran Covid-19.

 

“Saya minta penerapan disiplin protokol kesehatan ini mulai Senin sudah bisa kita jalankan. Ya paling tidak sudah ada warga yang kena sanksi tegur karena melanggar disiplin ini tadi,” pinta Sugeng dalam rapat virtual pematangan penerapan displin protokes sesuai Perwali Nomor 43, Sabtu (05/09) malam.

 

Untuk itu, ia berharap para pejabat dan pegawai di lingkungan Pemkot bisa memberikan contoh yang baik di lingkungan tempat tinggalnya dengan menjalankan  peraturan tersebut dengan mulai membiasakan diri menggunakan masker, pola hidup bersih dan tidak berkumpul di tempat keramaian.

 

Ia menjelaskan, kenapa Perwali tadi harus segera diterapkan mengingat jumlah pertambahan kasus positif Covid-19 di Kota Samarinda masuk dalam tingkat mengkhawatirkan. Bahkan jumlah percepatan angka kematian karena virus tadi sudah mencapai 6,4 persen di atas angka nasional.

 

“Hal ini disebabkan karena sebagian warga masih menganggap remeh bahaya Covid-19. Jadi kita sebagai aparat Pemerintah tidak bisa tinggal diam menyikapi warga yang masih menyepelekan keberadaan virus tersebut. Harus segera ditindak yang tidak disiplin. Karena kalau dituruti terus kasihan tenaga kesehatan di rumah sakit karena sudah mulai down melayani lonjakan pasien Covid,” kata Sekda.

 

Oleh itu, ia meminta kepada aparat penegakan disiplin nanti saat bertindak bisa menunjukan taringnya menyikapi warga hingga tempat usaha yang mengenyampingkan protokes.

 

“Kalau tempat usaha yang melanggar baik itu tenant nasional maupun lokal selain sanksi denda kita bakal bekukan juga izin usahanya hingga penyegelan. Biar mereka sadar semua. Saya minta Satpol PP dan aparat lainnya bisa fokus melototin satu kawasan yang memang menjadi tempat keramain. Kalau misalnya di komplek Citra Niaga, ya selama semingguan kita fokuskan di tempat itu. Jadi biar banyak yang terjaring bila masih ada yang berani melanggar,” pinta Sugeng.

 

Terlepas dari masalah yang melanggar, Pemkot juga tambah dia telah menyiapkan reward bagi tempat usaha yang disiplin. Hal ini maksudnya agar bisa memberikan contoh bagi yang lain dalam mendukung upaya Pemerintah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di Samarinda. Bahkan penghargaan tadi juga berlaku bagi semua elemen perorangan.

 

Sementara, dalam Perwali Nomor 43 Tahun 2020 nanti mengatur kewajiban bagi orang individu, perkantoran, tempat ibadah, transportasi umum,  pertokoan, mall, acara keramaian seperti pernikahan hingga rumah makan untuk menjalankan protokes Covid-19.

 

Sanksi yang dikenakan pun bertahap, mulai dari teguran, sanksi sosial hingga denda administrasi mulai dari Rp 100 ribu bagi pelanggar individu dan Rp 500 ribu sanksi bagi pelaku usaha. Nantinya untuk mendata nama pelanggar, Satpol PP akan dibantu lewat aplikasi yang dibangun oleh Dinas Kominfo Samarinda.

 

“Jadi lewat aplikasi nanti nama warga dan tempat usaha yang melanggar disiplin protokol kesehatan Covid-19 sudah terekam berdasarkan identitas pelaku. Jadi apabila melanggar kedua kalinya dengan orang yang sama, maka nama mereka langsung muncul kembali berdasarkan database yang terekam, sehingga memudahkan aparat memberikan sanksi lanjutan baik itu sosial maupun denda administrasi,” tutup Sugeng.(cha/don/kmf-smd)

Perwali Nomor 43 dan Aturan Pembatasan Aktivitas Di Malam Hari Resmi Diberlakukan

Berita Sebelumnya

Sekda Minta Dana Santunan Bantaran SKM Cepat Dicairkan, Sisa 49 Orang, Bersiap Menuju RT 26 dan 27

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar