4722 Kali

SAMARINDA. KOMINFONEWS - Pembangunan sejatinya hanya akan menjadi sia-sia belaka jika hanya dilaksanakan pemerintah tanpa didukung segenap elemen masyarakat. Bahkan kalau perlu, melibatkan masyarakat untuk ikut berpartisipasi secara langsung dalam pembangunan.

Hal itu yang dilakukan Wali Kota Samarinda Dr. H. Andi Harun bersama Wakil Wali Kota (Wawali) Dr. H. Rusmadi. Pemimpin anyar di Samarinda yang baru Jumat (4/6/2021) hari ini genap memimpin kota ini memiliki program pembangunan yang melibatkan segenap warga dari seluruh RT di Kota Tepian.

Mereka menamakannya dengan istilah Probebaya yang merupakan akronim dari Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat yang kemudian direalisasikan dalam bentuk alokasi anggaran sebesar Rp100 juta sampai Rp300 juta tiap RT dalam setahun. 

"Kata Bebaya sendiri berasal dari Bahasa Kutai yang artinya kerja bersama atau gotong royong, yang kemudian diaplikasikan menjadi Probebaya yang menjadi salah satu program prioritas Pemkot Samarinda," ucap Andi Harun, Jumat (4/6/2021) pagi.

Secara resmi, progrm ini di-launching Jumat (4/6/2021) siang ini di Rumah Jabatan Wali Kota Samarinda. Selain perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), juga melibatkan perwakilan RT. Sedangkan sebagian lainnya mengikuti kegiatan launching ini secara virtual demi menjaga protokol kesehatan untuk pencegahan penularan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Untuk realissi kegiatannya, antara lain pembangunan. infrastruktur skala kecil sebesar 60 sampai 70 persen, serta pemberdayaan masyarakat sebesar 30 sampai 40 persen. Untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat ini terang dia, harus memenuhi segenap unsur persyaratan. Di antaranya kegiatan harus lahir dari rembuk warga dengan Ketua RT berupa program bukan uang tunai. Kemudian pelaksanaannya harus dengan sistem swakelola.

"Tukang dan pekerjanya juga wajib penduduk di RT tersebut. Agar selain masyarakat mendapat infrastruktur, juga mendapat upah yang berdampak pada penambahan penghasilan warga setempat," terangnya.

Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini, diarahkan untuk penciptaan wirausaha baru minimal 2 sampai 3 orang tiap RT. Kelompok sasarannya adalah bagi warga miskin, kegiatan kebersihan lingkungan, dan lain-lain dalam bidang ekonomi, agama, sosial budaya, dan lingkungan hidup. Program ini diestimasi mampu melibatkan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat dari tingkat RT yang jumlahnya hampir mencapai 2.000 RT, sehingga terwujud distribusi pembangunan yang merata dan berkeadilan.

"Kami juga menyampaikan keputusan mulai berlakunya kebaikan gaji/honor para Ketua RT dari Rp500 ribu menjadi Rp1 juta. Kebaikan ini disertai harapan meningkatnya tanggung jawab Ketua RT dalam mengawal dan melaksanakan kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Semoga bisa membawa perubahan, manfaat, dan kemaslahatn bagi warga Kota Samarinda," pungkasnya. (HER/KMF-SMD)

PKK Samarinda Gotong Rotong Bersihkan Polder Lembuswana

Berita Sebelumnya

Segel Enam Toko di Citra Niaga, Pemkot Beri Waktu Tiga Hari untuk Pengosongan

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar