49 Kali

Bantuan Dana investasi Program Kota Tanpa Kumuh dari Kementerian PUPR 

    SAMARINDA. Walikota Samarinda Syaharie Jaang menyerahkan 57 sepeda motor roda tiga terdiri dari 29 unit motor pemadam kebakaran dan 28 unit motor pengangkut sampah, yang merupakan bantuan dana investasi program kota tanpa kumuh (KOTAKU) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

    Penyerahan dilakukan langsung walikota didampingi Sekretaris Daerah Sugeng Chairuddin kepada Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) dan Pemerintah kelurahan di halaman Musium Samarinda, Jumat (21/12).

    “Ini merupakan bentuk perwujudan upaya pemerintah pusat dan pemerintah kota Samarinda untuk meningkatkan kualitas perumahan dan kawasan pemukiman khususnya dalam menangani masalah kumuh dengan tujuan membangun momentum dan komitmen mewujudkan kota tanpa kumuh, layak huni dan berkelanjutan,” ucap Jaang dalam sambutannya.

    Terhadap mereka yang diserahkan tanggung jawab mengelola sepeda motor tadi, Jaang berharap  bersama pemerintah kelurahan berkomitmen bersama-sama bertanggung jawab dalam pengelolaan dan pemeliharaan bantuan ini, sehingga bantuan ini dapat bermanfaat dan berkelanjutan.

    “Kita tahu, kota kita ini kota yang rawan kebakaran. Bahkan beberapa hari lalu akibat konsleting terjadi kebakaran dengan korban tujuh orang meninggal terbakar. Manfaatkan bantuan ini, jangan sampai pas kebakaran baru mencari air, bahkan mencari bensinnya,” pesan Jaang.

    Begitu pula dengan motor kebersihan atau pengangkut sampah diharapkannya dimanfaatkan sesuai peruntukkanya. “Kita pemkot juga ada menyerahkan sepeda motor gerobak, tapi tidak sebagus ini. Kadang-kadang pernah saya lihat motornya jalan sendiri alias tanpa gerobak. Tapi kalau motor yang ini tidak bisa dilepas gerobaknya,” bebernya.

    Masih melalui program KOTAKU, tahun 2019 juga direncanakan dilakukan penataan di Sungai Karang Mumus (SKM) segmen perniagaan. Rencana kegiatan diantaranya pembangunan turap sungai, pembangunan IPAL Komunal, pembangunan jalan pedestrian, jembatan pedestrian, dan pembangunan landscape/RTP.

    “Begitu indah tampilan animasi rencana penataan SKM tadi. Jangan sampai realisasi tidak seindah ini. Harapan saya pertengahan 2019 sudah bisa mulai dikerjakan pemancangan turap di Perniagaan,” pintanya.
Terhadap gangguan persoalan sosial yang acapkali terjadi, Jaang mengingatkan ke jajarannya supaya tidak gentar. “Ini Negara, ini pemerintah. Jangan sampai dikendalikan. Termasuk staf kita kalau tidak mendukung, kita ganti. Masa jabatan saya tinggal 2 tahun lebih. Saya mau meninggalkan apa untuk kota kita ini. Bagaimana menjadikan kota yang menyenangkan, kota yang menjadi kenangan dan banyak dikunjungi,” imbuhnya.

    Untuk itu, Jaang mengajak semua termasuk warga untuk mendukung program ini dan apa yang direncanakan bisa terealisasi.

    Di kesempatan itu, juga diserahkan sertifikat piagam penghargaan kepada petugas lapangan pertamanan.(kmf2)

Penulis: Doni

BPBD Komitmen Pasang Rambu dan Papan Informasi Bencana

Berita Sebelumnya

Dharma Wanita, Beri Kontribusi Nyata Pembangunan

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar