1039 Kali

SAMARINDA.KOMINFONEWS- Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda beberkan hasil kajian terhadap pengembangan potensi agribisnis komoditas unggulan untuk sektor perkebunan. Hasilnya pun diseminarkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengebangan (Bapedalitbang) kota Samarinda dengan menggandeng Universitas Politeknik Negeri (Polnes) Samarinda.

Seminar yang berlangsung di gedung Balai Kota, Kamis (29/9/2022) pagi ini dibuka Plt Assisten, II Sekretariat Daerah Kota Samarinda Syam Saimun.

Kepala Bidang Litbang, Bapedalitbang Samarinda, Achmad Fauzi dalam laporannya mengatakan maksud dari seminar ini sebenarnya lebih mendiskusikan terhadap potensi pengembangan perkebunan buah-buahan sebagai salah satu penggerak perekonomian di Samarinda. Sehingga perlu difokuskan terhadap model strategi pengembangannya hingga jenis komoditas buah-buahan seperti apa yang sesuai dengan kondisi perkotaan saat ini.


“Untuk narasumber seminar ini kita libatkan para akademisi dari Fakultas Pertanian Politeknik Negeri Samarinda yang nantinya akan mengupas masalah komoditas buah-buahan yang cocok di Samarinda,” tuturnya.

Plt Asisten II Syam Saimun dalam pidatonya menambahkan dalam 25 tahun terakhir ini agribisnis untuk sektor perkebunan masih menjadi sub bisnis paling baik saat ini. Dan harus diakui jika sektor pertanian dan perkebunan masih menjadi prospek yang sangat baik dalam mendukung perekonomian sebuah daerah.

Walaupun sambung dia, untuk dikota Samarinda sendiri, dalam tiga tahun ini sektor tadi masih belum dianggap mampu untuk mendorong perekonomian di kota tepian.

“Kendati di kota Samarinda untuk sektor perkebunan sebenarnya masih berpotensi, karena kita memiliki lahan yang bisa dikembangkan untuk wilayah perkebunan ada  seluas 5.367 hektare dari lahan sementara yang tidak dipergunakan,” ungkapnya.


Sementara, salah satu narasumber pagi itu, Dr Budi Winarni menjelaskan kondisi kota Samarinda  saat sekarang dianggap rasional dengan pembukaan lahan untuk pengembangan perkebunan buah-buahan.

“Dari hasil penelitian kami buah melon dan durian merupakan komoditas buah-buahan di kota Samarinda yang memiliki nilai location quotient sangat tinggi,” kata Winarni.

Karena dua jenis buahan-buahan tadi terkhusus melon, ditambahkan ketua program studi pengelolaan perkebunan Polnes ini memiliki teknik budi daya menanam alternatif yang cukup mudah dengan lahan yang tidak perlu luas.(CHA/KMF-SMD)

8 Pimpinan Puskesmas Kota Samarinda Presentasi Persiapan BLUD

Berita Sebelumnya

Menatap IKN, TWAP Beberkan Program Pembangunan Fisik hingga SDM di Simposium Nusantara

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar