64 Kali

SAMARINDA. Kota Samarinda kembali dinilai dalam Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) Ke-3 Tahun 2019 oleh Tim RKCI Institut Teknologi Bandung. Penilaian ini untuk mengetahui progres pengembangan Kota Samarinda, terkait dengan peningkatan kualitas hidup kota melalui upaya solusi cerdas.

Nantinya, selama 2 hari tim peneliti dari RKCI ITB akan melakukan penilaian meliputi berbagai bidang. Mulai dari sosial, ekonomi, lingkungan, pemerintahan, hingga infrastruktur dan teknologi dengan mengumpulkan dan memeriksa kembali data-data terkait setiap OPD di lingkungan Pemkot.

Salah satu tim peneliti RKCI, Rifda Marwa Ufaira mengatakan selama 2 hari di Kota Tepian pihaknya akan melakukan verifikasi data kuisioner yang sebelumnya telah diisi oleh Pemerintah Kota. Selain itu jelas dia, tim peniliti juga ingin melihat perkembangan sejauh mana program Smart City sudah berjalan di Samarinda dengan pelayanan yang sudah diberikan kepada warganya.

“Kebetulan dari 93 kota se Indonesia yang kita nilai, Samarinda akhirnya terpilih masuk kota ke-32 yang berpotensi untuk menerima Penganugerahan Rating Kota Cerdas Indonesia untuk Kategori Kota Sedang,” tutur Rifda.

Pengumuman penganugerahan sendiri tambah dia, akan disampaikan pada bulan November. Selain Samarinda, di Kaltim ada Bontang yang ikut dinilai untuk kategori Kota Kecil.

Walikota Samarinda, Syaharie Jaang saat menerima langsung kehadiran 2 dari Tim Penilai RKCI ITB tadi di Balaikota, Kamis (3/10) pagi mengataka, sejak Samarinda terpilih dari Kementerian Kominfo dalam program Gerakan Menuju 100 Smart City pihaknya terus melakukan perbaikan pelayanan yang berkaitan dengan dunia teknologi. Salah satunya sebut dia, pengembangan antrian online berbasis digital yang kini tengah berjalan di salah satu OPD.

“Karena dari awal saya telah berkomitmen, sejak kota kita terpilih bersama 10 kota lain di Indonesia untuk program Smart City, saya sudah bercita-cita untuk menciptakan kota ini sebagai kota pintar. Tantangannya adalah dengan menyediakan infrastruktur jaringan internet yang bagus di 10 kecamatan, walaupun ada konsekuensi dana yang cukup besar harus kita keluarkan,” kata Jaang.

Kendati ia akui usaha yang dilakukan saat ini masih belum maksimal, tapi jelas Walikota tim dari Diskominfo Samarinda sudah berusaha memberikan yang terbaik untuk pengembangan kota ke arah teknologi lebih baik.

Buktinya, dengan dana terbatas Pemkot sudah punya ruang Command Center yang mana isinya bisa memantau situasi sudut-sudut kota yang sudah terpasang kamera CCTV.

“Artinya saat ini boleh dikatakan Samarinda bukan lagi kota yang aman untuk melakukan tindak kejahatan di jalan, karena semua terpantau lewat kamera yang bisa dimonitor lewat handphone dan layar di command center. Dalam waktu dekat nantinya ada petugas yang berjaga selama 24 jam bergantian untuk memonitor kondisi kota,” ungkap Jaang.

Ia menambahkan, jabatannya sebagai Walikota yang akan berakhir pada bulan Februari tahun 2021 nanti, setidaknya semua program yang berkaitan dengan Smart City sudah bisa terealisasikan. Tujuannya agar predikat Samarinda sebagai kota yang aman dan nyaman bagi warga bisa betul terasa dirasakan, sehingga daya saing kota dalam hal perekonomian bisa terjaga. (kmf4)

Penulis: Ahmad Haidir --Editor: Doni

Dapur E'Mek Ilas, Dalam Gang Rasa Restoran

Berita Sebelumnya

Walikota Minta Komite Bisa Rumuskan Sekolah Sebagai Rumah Kedua Bagi Pelajar

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar