1296 Kali

SAMARINDA. KOMINFONEWS - Wali Kota Samarinda, Dr H Andi Harun  meresmikan Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Jalan Otto Iskandardinata Gang Budiman, Kelurahan Sidodamai, Samarinda Ilir, Kamis (10/2/2022) sore. Tentu saja ini bertujuan untuk peningkatan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di kawasan kumuh perkotaan untuk mendukung terwujudnya permukiman perkotaan yang layak huni, produktif, dan berkelanjutan.

"Oleh karena itu, melalui hasil kegiatan pembangunan infrastruktur yang menjadi bagian dari program KOTAKU yang diresmikan hari ini, maka kita dapat mengurangi luasan kawasan yang dikategorikan sebagai pemukiman kumuh secara perlahan, terukur, dan pasti, sehingga mampu mendukung terwujudnya kota dengan lingkungan yang aman, nyaman, harmoni, dan lestari," kata Wali Kota.

Orang nomor satu di Tepian ini juga mengatakan di dalam SK Wali Kota Samarinda Nomor 663.2/404/HK-KS/XI/2020, terdapat 70,51 hektare dengan 9 kawasan dari 18 kelurahan permukiman kumuh di Kota Samarinda. Kemudian di tahun 2021, kawasan pemukiman kumuh di Kota Samarinda berkurang menjadi 53,02 hektare.


"Mudah-mudahan di tahun yang akan datang bisa lebih banyak lagi. Kami juga telah menyinkronkan program yang hampir sama dengan program KOTAKU yakni yang tidak lain adalah Pro-Bebaya (Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat, Red). Dengan begitu, program ini bisa dapat berjalan bersama-sama, sehingga nanti dampaknya bisa cepat dirasakan oleh masyarkat,” ungkapnya.

Untuk di ketahui, Program KOTAKU yang mendapat dukungan pembiayaan dari hibah Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia. KOTAKU-DFAT merupakan salah satu bentuk kolaborasi dalam upaya peningkatan kualitas permukiman kumuh di Samarinda pada program KOTAKU. Kelurahan yang mendapat bantuan antara lain Karang Anyar, Karang Asam Ilir, dan Sidodamai.

"Saya berharap proyek Program KOTAKU yang diresmikan hari ini, di antaranya infrastruktur, drainase, biofil, dan gerobak sampah di lingkungan RT 23, 25, dan 29 Kelurahan Sidodamai, Kecamatan Samarinda Ilir ini dapat dimanfaatkan dan dipelihara dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat," tandas Wali Kota. (BAR/HER/KMF/SMD)

Wali Kota Buka Peluang Kerja Sama Antara Bone dan Samarinda di Bidang Pangan

Berita Sebelumnya

Wawali Minta Dinsos Verifikasi Data PBI-JK

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar