41 Kali

SAMARINDA – Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda, Sugeng Chairuddin membuka Rapat Koordinasi (Rakor) perdana Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD) Kota Samarinda (4/10/2018) pagi. Kegiatan yang diselenggarakan Bidang Penataan Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda itu berlangsung di Rumah Jabatan Walikota Samarinda Jalan S Parman, Samarinda Ulu. Rakor tersebut menitikberatkan pada tahapan Peninjauan Kembali  (PK) RTRW Kota Samarinda sesuai dengan visi misi yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) yakni ingin menjadi Kota Metropolitan Berdaya Saing serta Berwawasan Lingkungan. Tentunya ini harus ditopang dengan dokumen dan regulasi yang mengikat, sehingga dapat membimbing program kerja untuk mengarah ke sana.
“Kita menindaklanjuti Permendagri (Peraturan Menteri Dalam Negeri, Red) Nomor 116 Tahun 2017 sebagai pengganti tim yang dulunya dikenal dengan sebutan BKPRD (Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah, Red). Tugasnya adalah bagaimana mengkoordinasikan tentang penataan ruang kota Samarinda, sehingga apapun masalah tentang pola ruang bisa dibahas di tim ini," ungkap Sugeng.
Salah satu point utamanya lanjut Sugeng, yakni tentang Peninjauan Kembali RTRW Kota Samarinda. Ketidaksesuaian dengan yang ada di Perda ini harus dicek kembali di lapangan, diklarifikasi, dan dijustifikasi oleh ahli.
"Baru keluarlah rekomendasi baru, berapa prosentase ketidaksesuaiannya. Kalau ketidaksesuaiannya lebih dari 20 persen, maka akan dibuatkan Perda yang baru atau revisi. Bila di bawah 20 persen maka akan menjadi perbaikan pasal demi pasal,” jelas Sugeng.
Perubahan RTH juga menjadi bahasan seperti kawasan sebelumnya adalah kawasan lindung namun sekarang dijadikan kawasan perumahan. Menurut Sugeng, sah-sah saja karena mengingat kebutuhan perkembangan penduduk asalkan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Jadi siapapun yang komplain bisa masuk dalam PK ini bila ada ketidaksesuaian.
“Seperti diketahui bersama existing pembangunan Kota Samarinda banyak disusupin by request. Terbukti dengan terlihatnya satu kegiatan dengan kegiatan lain yang tidak nyambung atau tidak saling sinergi. Ini suatu indikasi yang perlu diketahui dalam beberapa tahun terakhir ini kita sudah banyak mengurai beberapa masalah RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Red),  Renstra (Rencana Strategis, Red), dan kegiatan yang dilaksanakan oleh OPD (Organisasi Perangkat Daerah, Red). Harusnya kegiatan ini timbul dengan program karena fungsi dan tujuannya harus mengadopsi visi misi Kota Samarinda yang sudah dituangkan. Jadi kita berubah itu sah saja asalkan kaidahnya sesuai dengan perundangan dan tidak melanggar hukum,” tambahnya.
Ia bahkan menyebut tim tersebut sebagai benteng utama pembangunan Kota Samarinda. Mulai sekarang dokumen harus disusun dengan baik untuk selanjutnya diimplementasikan di lapangan.
"Kita sudah mulai susun kaidah-kaidah dokumen menurut perundangan. Buktinya kualitas pelayanan di Kota Samarinda tiap tahun mendapat penghargaan dan apresiasi dari pemerintah pusat. Secara dokumen sudah tidak ada masalah Kota Samarinda bahkan bisa disejajarkan dengan kota besar lainnya seperti Surabaya, Bandung, Jogja, Semarang  dan lainnya. Tinggal bagaimana kenyataan action dilapangannya lagi. Jangan sampai program-progam Pemkot Samarinda ini bisa diatur-atur oleh kelompok-kelompok tertentu yang mengutamakan kepentingan pribadinya. Mulai saat ini jangan ada OPD yang menunggu perintah. Kalau bisa jemput bola sesuai tupoksinya masing-masing. Jangan pula ada OPD yang ego sentris. Semua harus seperti visi misi karena tujuan pembangunan kota itu agar masyarakat semakin sejahtera. Harapan saya untuk rakor selanjutnya agar Kepala OPD terkait yang tergabung di dalam tim ini bisa hadir secara langsung tanpa diwakilkan. Kecuali berangkat keluar daerah atau sakit mengingat pentingnya program strategis dalam tim ini,” tandas Sugeng. (kmf5/kmf3)

Hadiri HUT Sekolah Katolik, Walikota Ingatkan "Bahaya Laten" Narkoba

Berita Sebelumnya

Jaminan Kesehatan di Samarinda Kini Jadi Rujukan Jamin Pengobatan Tanpa Batas Hingga Cuci Darah

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar