110 Kali

SAMARINDA. KOMINFONEWS - Wali Kota Samarinda Dr. H. Andi Harun bersama Wakil Wali Kota (Wawali) Dr. H. Rusmadi Sabtu (5/6/2021) hari ini genap 100 hari memimpin Samarinda setelah resmi dilantik 26 Februari 2021 lalu. Di awal masa kepemimpinan, keduanya memiliki program kerja selama 100 hari awal menjabat. Secara kasat mata saja, ada banyak loncatan kualitas kerja selama Samarinda dinahkodai keduanya. Mulai dari persoalan sampah dan ke kebersihan lingkungan, penataan parkir, penatan Pedagang Kaki Lima (PKL), dan sejumlah program unggulan lainnnya yang sudah memberikan kemajuan berarti di lapangan.

"Bersyukur karena hari Sabtu 5 Juni 2021 ini hari terakhir program 100 hari kerja, mengawali kerja kami dalam mengemban amanah membawa Samarinda sebagai Kota Pusat Peradaban. Dari 100 aksi, 86 berjalan baik. Namun ada 14 aksi yang belum selesai yang umumnya kegiatan fisik yang membutuhkan proses lelang," ujar Wawali Rusmadi, Sabtu (5/6/2021) pagi.

Pihaknya kata orang nomor dua di Kota Samarinda ini, menyadari jika kerja-kerja ini belum mampu memuaskan semua warga kota dan bahkan mungkin mengecewakan bagi sebagian warga. Khususnya yang terdampak penanganan sampah, parkir, dan penataan PKL. 

"Ini bukan akhir, tapi awal kita menyamakan visi, merapikan barisan, menata olah gerak dan kerja semua pemangku kepentingan dalam pikir, pandangan, dan gerak yang satu membangun Samarinda yang berkemajuan," ungkapnya.

Menurut dia, pemerintah hadir bukan untuk membuat warga resah, apalagi menangis. Tetapi justru membuat warga bahagia (happy). 

"Suatu saat nanti, semoga dengan kerja keras dan dukungan semua warga kota serta mengharap ridho Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa, kita bisa membuat semua warga kota happy. Ayo semangat berubah, Bebaya kita bisa," ajaknya.

Hal yang sama juga diungkapkan Wali Kota Dr. H. Andi Harun, Sabtu (5/6/2021) pagi. Ia mengakui jika untuk mengubah wajah kota ini tidak bisa dilakukan dalam waktu sekejap. Apalagi hanya dalam limit waktu 100 hari.

"Tapi setidaknya kita mengirimkan pesan kepada seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah, Red) di lingkungan Pemkot Samarinda bahwa seperti ini gerak langkah kita untuk program kerja lima tahun ke depan. Juga kepada masyarakat luas agar nanti program-program kita ini bisa didukung dan dilaksanakan bersama," ungkap Wali Kota.

Sementara salah tokoh masyarakat Samarinda, Yakobus Beribe mengaku tak memiliki standar dan parameter tersendiri untuk menilai berhasil dan tidaknya 100 hari kerja. Sebagai masyarakat biasa, ia cukup menilainya dari pandangan secara kasat mata, bahwa secara umum program kerja 100 hari berhasil.

"Saya masyarakat biasa yang tidak punya kepentingan apapun dalam menilai program 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Samarinda. Satu parameter saya dalam menilai, yaitu mataku melihat. Saya melihat bahwa kebersihan kota mulai nampak signifikan. Penataan pasar sudah mulai rapi. Kemudian penetapan beberapa sekolah tangguh Covid-19 (Corona Virus Disease 2019, Red) juga berhasil. Selanjutnya program Samarinda Tangguh Banjir mulai terlihat dan terasa. Juga semangat kerja aparatur Pemkot Samarinda yang sudah mengimbangi semangat Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Sebagai masyarakat biasa, pasti parameterku tidak ilmiah. Tapi mataku melihat dan mendorong saya untuk mengatakan sebuah realitas yang sebenarnya," terang Yakobus. (HER/KMF-SMD)

Wawali Saksikan Pemasangan Gorong-gorong di Bukuan, Harap Warga Lain Meniru

Berita Sebelumnya

Cegah Penyebaran Covid-19, Seluruh Jalan Protokol Disemprot Eco Enzyme

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar