77 Kali

SAMARINDA. KOMINFONEWS – Kesuksesan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Wawali) Samarinda, Dr. H. Andi Harun – Dr. H. Rusmadi dalam melaksanakan 100 hari perogram kerja menuai banyak pujian dan apresiasi warga. Seperti yang disampaikan melalui komentar dan pesan singkat yang dikirim ke sejumlah website dan media sosial (medsos) resmi yang dikelola Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.

Tak hanya di dunia maya, apresiasi juga diberikan warga yang disampaikan secara langsung. Termasuk dari para tokoh masyarakat di kota ini. Salah satunya mantan Asisten III Pemprov Kaltim, Bere Ali yang mengaku memberikan perhatian khusus terhadap loncatan kualitas pembangunan di Kota Samarinda selama beberapa waktu belakangan.

“Kebersihan kota sangat nampak sekali. Terutama TPS (Tempat Pembuangan Sementara, Red) yang sekarang sudah hampir tidak ada terlihat lagi di sejumlah jalan protokol dalam kota. Jumlahnya berkurang,” ujar Bere Ali dalam rekaman video singkat yang dikirim ke Redaksi Kominfonews, Rabu (9/6/2021) pagi.

Di samping itu, penataan pedagang di sejumlah pasar tradisional dalam kota juga menurut dia sudah mulai membaik. Terutama Pasar Segiri, Pasar Sungai Dama, dan Pasar Rahmat.

“Kemudiaan penataan PKL (Pedagang Kaki Lima, Red). Persoalan PKL ini saya kira tidak mudah. Namun selama masa kepemimpinan Pak Wali Kota dan Wakil Wali Kota ini, para PKL bisa ditertibkan dengan baik. Selama program kerja 100 hari kerja ini, terbukti PKL bisa berjualan secara tertib. Yang lebih menarik lagi, karena ada jalan keluar atau solusi yang ditawarkan sehingga para PKL bisa kooperatif,” ungkapnya.

Bere Ali juga mengapresiasi program sekolah tangguh Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Karena dari hasil evaluasi, ternyata semuanya berjalan dengan baik tanpa ada kasus baru Covid-19. Artinya, protokol kesehatan sudah dijalankan dengan baik dan disiplin. Begitupun program pengendaliaan banjir dengan turun langsung mengajak warga untuk kerja bakti bersama.

“Juga Pro-Bebaya (Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat, Red) dengan mengalokasikan anggaran Rp100 sampai Rp300 juta setiap RT. Kemudian honor Ketua RT juga dinaikkan menjadi Rp1 juta. Di sisi lain, pembinaan pegawai juga sudah berjalan dengan baik, sehingga semuanya bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan disiplin. Tidak ada lagi pegawai yang berkeliaran seperti yang terjadi di daerah lain. Saya kira semua program yang sudah berjalan dengan baik ini perlu didukung kita semua, didukung segenap elemen masyarakat,” pungkas Bere Ali. (HER/KMF-SMD)

Akhirnya Mahkota II Dibuka, Wali Kota Patenkan Jadi Jembatan Achmad Amins

Berita Sebelumnya

Samarinda Bakal Bangun Industri Pengelolaan Sampah Jadi Solar Sekelas Dexlite

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar