213 Kali

SAMARINDA.Kominfo - Inspeksi mendadak yang dilakukan Pjs.Walikota Samarinda Zairin Zain beserta rombongan di salah satu lokasi tambang batu bara yang berada di kawasan kelurahan Tanah Merah kecamatan Samarinda utara atau tepatnya di jln. Serayu, menimbulkan pertanyaan. 

Lokasi tambang batu bara yang berdekatan dengan areal pemakaman Muslim, kuburan China dan Kristen yang dibangun Pemkot Samarinda terkesan  melanggar aturan  penambangan.Kadis PUPR Hero Mardanus yang ikut bersama Pjs. Walikota mengatakan , areal pemakaman seluas 14 hektar, sebenarnya telah dilakukan penataan dengan sistim trap. Dengan trap seperti itu, diharapkan areal pemakaman yang di bangun Pemkot Samarinda itu bisa tertata dengan baik. Namun dengan kegiatan penambangan yang terkesan amburadul dengan menggusur tanah  yang berdekatan dengan area kuburan muslim, bisa mengurangi estetika areal pemakaman umum yang telah ditata.

Terkait masalah tambang batu bara yang berada di areal pemakaman, Pjs. Walikota meminta kepada instansi terkait dalam hal ini bagian hukum pemkot Smd untuk mengevaluasi surat perizinan dari perusahaan tambang tersebut.Legalitas dari kegiatan penambangan seperti ini, perlu dipertanyakan. Hal ini sangat penting, untuk menertibkan kegiatan pertambangan di kota Samarinda dari kerusakan lingkungan yang lebih parah lagi.

Ketika Pjs. Walikota memanggil pengelola perusahaan tambang batu bara yang kebetulan berada dilokasi, untuk segera membuktikan surat-surat yang dimiliki dlm penambangan di lokasi jl. Serayu kelurahan Tanah Merah.Perintah Pjs. segera ditindak lanjuti legalitasnya, agar kegiatan penambangan tidak menambah persoalan baru khususnya dalam penanggulangan masalah kerusakan lingkungan.

Jelang Ramadhan, Pjs Walikota Samarinda Kumpulkan Seluruh Kepala OPD

Berita Sebelumnya

Teduhkan Kawasan Bandara APT Pranoto, Dengan Menanam 4032 Bibit Pohon

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar