731 Kali

SAMARINDA.KOMINFO. Memperkuat statistik sektoral di lingkup Pemkot Samarinda, Pemerintah Kota Samarinda dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Samarinda melakukan kerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Samarinda tentang penyelenggaraan dan pengembangan statistik.

Kesepakatan bersama ini langsung dilakukan Pjs Walikota Samarinda Dr Zairin Zain, Kepala Diskominfo Samarinda Dr Aji Syarif Hidayatullah dengan kepala BPS Samarinda S Sis Sugianto di ruang utama Balaikota, Selasa (24/4), yang dirangkai dengan Sosialisasi Perwali No 6 tahun 2018 tentang Pedoman Penyelenggaraan Statistik Sektoral bagi OPD kota Samarinda.

“Data merupakan sumber utama. Tanpa data, pekerjaan tak akan bermanfaat. Oleh karena itu bagaimana kita bisa menyajikan data OPD yang valid. Terima kasih kepada BPS memberikan kontribusi seperti kegiatan yang kita lakukan ini dalam membangun data statistik kota Samarinda, terutama dalam melengkapi data statistik sektoral,” ucap Zairin dalam sambutannya.

Menurutnya, melalui kerjasama ini akan mendapatkan hasil maksimal dalam hal data-data statistik sektoral, karena data ini akan sangat berguna untuk pemerintah kota Samarinda dalam melakukan perencanaan dan pembangunan di ibukota Kaltim ini.

“Kita juga bisa mengetahui stok beras bertahan hingga berapa lama, sehingga bisa mengantisipasi kelangkaan, seperti saat Ramadhan maupun hari raya. Dari Dinas Perdagangan tahu kondisi stok beras bertahan hingga 3 bulan, atau sembako lainnya. Oleh karena itu, melalui Diskominfo nanti bisa meluaskan kerjasama dengan OPD/lembaga lain,” ungkap Zairin yang juga kepala Bappeda Kaltim.

Sehingga, sebutnya Diskominfo menjadi wadah menghimpun satu data dan memadukan data data di OPD OPD kota Samarinda. “Secara nasional ini disebut one data one man. Sehingga data yang keluar hanya satu, tidak ada yang berbeda beda,” imbuhnya.

Sementara Dayat—demikian kepala Diskominfo disapa menyebutkan hingga saat ini sudah ada 3.072 elemen data yang dihimpun. Memang diakui, tim statistik Diskominfo masih kesulitan menghimpun data dari OPD OPD, karena ada yang merasa datanya bukan data statistik sektoral.

Dikemukakannya, dengan kerjasama itu, survey untuk mendapatkan data statistik sektoral bisa lebih cepat, sehingga pemerintah dapat dengan mudah mengeluarkan data sektoral secara periodik. “Masyarakat pun bisa tahu tentang tren data dan indikator apa saja yang dapat memajukan pembangunan, dan data ini bisa digunakan untuk menyusun perencanaan pembangunan ke depannya,” tandas Dayat.

Sedangkan dalam sosialisasi Perwali no 6/2018, kepala Bidang Persandian dan Statistik Diskominfo Samarinda Kumarul Zaman menjelaskan bahwa walidata daerah adalah Diskominfo sebagai kelembagaan statistik sektoral pemerintah daerah, sedang BPS sebagai penyelenggara statistik dasar.

“Walidata daerah ini fungsinya membuka semua data dan metadata yang diperoleh dari produsen data atau walidata perangkat daerah (OPD), kecuali keterbukaan data tersebut dibatasi oleh ketentuan perundang-undangan,” sebutnya.

Selain itu, tambahnya, walidata juga menyusun publikasi statistik yang berisi rangkuman hasil statistik sektoral perangkat daerah.”Kami sangat mengharapkan dukungan walidata perangkat daerah dalam menyediakan data data statistik sektoral, yang tentunya sangat diharapkan dukungan dan evaluasi dari BPS,” pungkas Kumarul.(kmf2)

Awang Faroek Lakukan Ground Breaking Masjid Pemprov Kaltim

Berita Sebelumnya

Pengurus REI Kaltim Curhat ke Pjs Walikota

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar