241 Kali

SAMARINDA. KOMINFONEWS - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Samarinda menggelar Fokus Grup Diskusi (FGD) Review dokumen kajian risiko bencana tahun 2022 kota Samarinda di ruang rapat Mengkupelas kantor balai kota. Selasa (20/9/2022) siang.

Kegiatan tersebut dihadiri olah walikota Samarinda Dr. H. Andi Harun, Kepolres Samarinda Kombes Pol. Ari Fadli, Dandim 0901 Samarinda Letkol Arm. Novi Herdian, Direktorat Pengurangan resiko bencana, Tim ahli kajian risiko bencana Univ. Mulawarman, Kepala Damkar Samarinda Serta camat dan lurah sekota Samarinda. 

Disampaikan kepala BPBD kota Samarinda Suwarso, kondisi iklim trofis kota Samarinda mempunyai ciri-ciri perubahan yang sangat ekstrim yang meliputi suhu, curah hujan dan arah angin kondisi tersebut didukung juga oleh topografi indonesia yang sangat heterogen mulai dari wilayah pegunungan hingga dataran rendah" terangnya.

Suwarso juga menambahkan ada beberapa indikasi bencana di kota Samarinda diantaranya banjir, tanah longsor, bencana kebakaran, cuaca ekstrim, bencana kekeringan" tambahnya.


Wali Kota Samarinda Dr. H. Andi Harun Kegiatan FGD ini dilakukan agar dapat menjadi masukan dalam upaya pengurangan resiko bencana di Kota Samarinda, sekaligus sebagai upaya kita bersama dalam meningkatkan mitigasi dan kapasitas kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana. 

Seperti kita ketahui persoalan banjir dan tanah longsor yang kini masih terjadi di Kota Samarinda merupakan persoalan kompleks dan multidimensi yang perlu ditangani secara terencana, terintegrasi berbasis DAS (Daerah Aliran Sungai) dengan melibatkan semua pemangku kepentingan" ujar Andi Harun dalam sambutannya.

Untuk itu pentingnya disini dilakukan kajian resiko bencana ini, dengan harapan dapat mempermudah koordinasi penanggulangan bencana antar instansi di Kota Samarinda, serta untuk mempertajam upaya penanggulangan bencana dimana didalamnya dibutuhkan perencanaan terpadu dan terukur, terstruktur dan terarah." tambahnya.


Andi Harun juga katakan dalam 100 hari kerja pertama visi misi Wali Kota Wakil Wali Kota, penangan banjir diprioritaskan di dua kawasan utama banjir, yaitu kawasan simpang empat Sempaja dan Jl.Panjaitan. Akan tetapi upaya jangka panjang juga menjadi prioritas unggulan dalam menuju Kota Samarinda sebagai Kota Pusat Peradaban.

Masalah banjir dan tanah longsor akan menjadi perhatian kita bersama, oleh karena itu dibeberapa titik longsor yang termasuk dalam peta titik longsor telah dipasang papan perhatian agar seluruh masyarakat yang bermukim agar menyadari lokasi yang mereka tempati dapat mengakibatkan longsor bahkan pemerintah bekerja sama dengan TNI-Polri untuk terus bersinergi untuk memberikan edukasi pada masyarakat." ujar Andi Harun.

Berbagai macam yang cara terus dilakukan oleh pemerintah seperti penanganan simpang empat lembusuwana, jl. DI Panjaitan upaya tahapan permulaan persiapan penanggulangan banjir di kota Samarinda. Serta pembuatan kolam retensi seperti daerah Pampang dan daerah Sungai siring untuk mengurangi bencana banjir di wilayah Samarinda Utara" tutupnya. (Eko/kmf-smr).

150 Badan Publik Ikuti E-Monev KIP yang Digelar KI Kaltim

Berita Sebelumnya

Resmikan Perpus Samarinda, Kepala Perpusnas RI Puji yang Terbaik

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar