93 Kali

SAMARINDA. Sudah menjadi hal klasik, setiap kali jelang bulan puasa Ramadhan harga-harga kebutuhan Bahan Pokok Penting (Bapokting) mulai meroket. Untuk itu OPD terkait setiap tahunnya selalu melakukan inspeksi mendadak (Sidak) pasar dan ke sejumlah toko-toko ritel .

Demikian diungkapkan Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Nina Endang Rahayu saat memimpin rapat membahas Stabilisasi Bapokting di Ruang Rapat Wakil Walikota (20/3) pagi.

Menurutnya, problem dasarnya adalah pada stok dan rantai pasokan distribusi barang. Tata niaga rantai pasok selalu jadi persoalan yang tidak pernah terselesaikan. Banyaknya tangan perantara dalam rantai tersebut membuat harga-harga bahan pokok menjadi tinggi.

Dikatakannya, setiap sidak yang dilakukan ke setiap pasar yang ada, bukan hanya memantau perkembangan harga saja, tetapi ketersediaan barang juga selalu diawasi.

"Dalam sidak ke lapangan, kita juga suka melibatkan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), sehingga akan lebih memudahkan koordinasi," ungkap Nina.

Selanjutnya Kepala Bidang Ekonomi Setkot Samarinda Ibrahim mengungkapkan kenaikan harga Bapokting disinyalir karena kenaikan harga tiket pesawat yang belakangan ini turut menjadi perhatian karena hal tersebut dapat mempengaruhi tingkat inflasi.

“Saat ini tingkat inflasi bukan hanya dari bahan pokok  dengan adanya Bandara APT Pranoto menjadi plus minus bagi kita mungkin dulu kita hanya mengendalikan bahan pokok saja, tapi dengan harga tiket yang cukup melambung dapat mempengaruhi tingkat inflasi,” kata Ibrahim.

Dirinya pun mensinyalir khusus kenaikan harga tiket pesawat di Bandara APT Pranoto Samarinda terjadi karena tingginya  Traffic penerbangan,  sementara jumlah Maskapai dan jumlah jadwal penerbangan masih terbatas.

Menurutnya Pemkot akan segera melaporkan hasil pertemuan rapat Bapokting yang juga membahas harga tiket pesawat ini kepada pihak terkait agar dapat ditindak lanjuti, mengingat ada kebijakan pemerintah pusat untuk menurunkan harga bahan pesawat aftur yang seharusnya diimbangi mengecilnya harga operasional yang berimbas pada penurunan tiket pesawat.

Pihaknya akan terus melakukan upaya untuk terus mengkoordinasikan harga tiket yang tidak stabil, namun menurut Ibrahim keputusan final berada di tangan pemerintah pusat. (KMF7)

Penulis: Alif Akbar

Wujudkan Sekolah Adiwiyata, Forum Perempuan Peduli HBS Gelar Deklarasi

Berita Sebelumnya

Bahas Kelangkaan BBM, Soroti PKL Eceran di Sekitar SPBU

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar