12 Kali

SAMARINDA. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menutup Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-105 Kodim 0901/Samarinda TA 2019 di Lapangan Parkir Kompleks Stadion Sempaja, Kamis (8/8).

Terlebih dahulu sebelum upacara, Panglima TNI meninjau lokasi TMMD di Jl Rapak Indah, Kecamatan Sungai Kunjang berupa kegiatan fisik menghubungkan jalan Kelurahan Lok Bahu dengan Kelurahan Karang Asam Ulu, rehabilitasi rumah, pembangunan Poskamling dan Mushalla.

Tampak Walikota Samarinda Syaharie Jaang bersama Gubernur Kaltim Isran Noor dan Forkompinda mendampingi Panglima TNI selama kunjungan ke lapangan dan rangkaian kegiatan upacara penutupan dengan kegiatan tambahan Bhakti Sosial dan panggung hiburan, serta dimeriahkan pula aksi 10 penerjun payung diantaranya membawa bendera Merah Putih, Pemerintah Provinsi Kaltim dan TNI Angkatan Darat.

Panglima TNI mengatakan program TMMD dilaksanakan melalui proses perencanaan yang mengutamakan aspirasi dan kepentingan masyarakat dengan melibatkan semua unsur yang terkait dan dimulai dari tingkat Desa/Kelurahan.

“Sasaran-sasaran yang telah terpilih berdasarkan skala prioritas, diteliti dan dipadukan dengan Program Pemerintah Daerah, kemudian dibahas di Forum DPRD untuk disahkan menjadi program TMMD,” ujarnya.

Ia mengatakan TMMD sudah berjalan selama 39 tahun, pertama kali diawali pada tahun 1980 yang digagas Jenderal M Jusuf dengan sebutan ABRI Masuk Desa (AMD).

Dijelaskannya dalam pelaksanaannya, TMMD sampai dengan saat ini telah membangun jalan sepanjang kurang lebih 24.391.653 meter, pembuatan parit/irigasi/siring sepanjang kurang lebih 3.572.223 meter dan 7.418 unit jembatan. Selain itu telah dibangun/direhab 35.166 unit rumah, dipasang 1.209.002 meter pipa air bersih, dibangun 8.162 unit sarana ibadah, 7.786 unit gedung sekolah dan pemasangan jaringan listrik di 15.484 lokasi.

“Adapun pembangunan non fisik yang dilaksanakan berupa penyuluhan/sosialisasi dalam berbagai hal terkait kebutuhan masyarakat serta kehidupan berbangsa dan bernegara,” ucap Hadi.

Panglima TNI berharap dengan telah selesainya TMMD ke-105, semua tentunya berharap hasil yang telah dicapai dapat membantu dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Apa yang telah dibangun bersama hendaknya dapat dimanfaatkan dan dinikmati oleh masyarakat dalam jangka panjang,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, selaku Panglima TNI dan atas nama seluruh prajurit TNI, ia mengucapkan terima kasih kepada para Pejabat Daerah, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, serta rekan-rekan Media Cetak dan elektronik atas dukungan, bantuan, dan partisipasinya.

“Apresiasi juga saya sampaikan lintas Kementerian dan Lembaga Pemerintah Non Kementerian, serta Polri. Berkat kerja sama dan sinergi semua komponen bangsa, TNI Manunggal Membangun Desa ke-105 TA 2019 dapat terlaksana dengan baik,” tutupnya.

Di hadapan awak media, Panglima TNI mengatakan bahwa TMMD ke-105 yang dilaksanakan oleh Kodim 0901/Samarinda berupa kegiatan fisik dan non fisik. Kegiatan fisik diantaranya telah membangun jalan sepanjang kurang lebih 1 Km yang dulunya berupa rawa-rawa.

“Jalan ini telah menghubungkan 2 Desa (kelurahan Lok Bahu dan Karang Asam Ulu, red) yang sebelumnya masyarakat harus jalan berputar sejauh kurang lebih 5 Km.  Dengan adanya jalan ini 2 Desa ini bisa terhubung dengan baik,” ujarnya.

Selain itu kehadiran jalan yang sangat dinantikan warga tadi, juga menjadi jalan alternatif untuk memecah kemacetan di Jl M Said. Sedangkan kegiatan non fisik berupa penyuluhan terkait bahaya narkoba, bela negara, cinta tanah air dan menciptakan animo masyarakat, animo pemuda dan pemudi agar bisa menjadi anggota TNI.(kmf2)

Penulis/Editor: Doni

RTRW Samarinda Direvisi, Pemkot Adakan Konsultasi Publik

Berita Sebelumnya

Walikota Samarinda Sambut Panglima TNI Di APT Pranoto

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar