27 Kali

SAMARINDA. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Samarinda menggelar Grand Launching Aksi Nyata Bersama Kurangi Inflasi (Sinergi) dengan tema "Gerakan Menanam Cabai Kota Samarinda", di Kantor Kelurahan Sungai Siring, Selasa (8/10).

 

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Kaltim, Tutuk SH Cahyono dalam laporannya menyampaikan kerjasama TPID Kota Samarinda menunjukkan sinergi yang mengamankan distribusi dan pasokan bahan pangan membawa hasil yang memuaskan.

 

Tentunya lanjut Tutuk, Samarinda yang hampir seluruh sembakonya didatangkan dari luar kota masih jauh di bawah dan relatif stabil dari tingkat inflasi nasional. Bukan hanya itu sebutnya, demi mengurangi menggantungkan pasokan dari daerah lain yang cenderung memiliki resiko yang tidak kecil, produksi di daerah sendiri menjadi solusi penguatan. Dengan demikian, apabila terjadi gejolak harga di daerah lain, Kota Samarinda masih stabil karena memiliki pasokan bahan pokok hasil produksi sendiri.

 

"Kota Samarinda sendiri sering mendapat prestasi TPID Award dari kreasi,Inovasi, serta kerjasama yang solid dari Lembaga tingkat Kota sampai tingkat RT untuk menstabilkan harga di Kota Samarinda di tengah-tengah Inflasi nasional yang kini melanda," beber Tutuk.

 

Ia mengutarakan Pemkot Samarinda bekerjasama dengan Bank Indonesia menginisiasi Gerakan Menanam Cabai Di Kota Samarinda. Menurutnya, dengan kuatnya kelembagaan dan partisipasi masyarakat, gerakan ini diharapkan bisa disuntikan kepada masyarakat secara berkelanjutan, hingga meluas dan mendorong peningkatan kecukupan pangan.

 

Dikatakannya Gerakan Menanam Cabai sendiri sudah terbentuk dari tahun 2014. Dengan terbentuknya daerah produksi cabai dan memulai program sistem tanam organik di berbagai daerah pertanian Kota Samarinda. Kontribusi dalam hal ini adalah pembagian 400 bibit cabai.

 

“Dahulu cabai bukanlah bahan yang perlu dipusingkan dan tak terlalu terpengaruh dengan harga di pasar, karena ketika hendak memasak kita tinggal ambil di pekarangan rumah, semua orang punya tanaman cabai. Sekarang tidak ada karena lahannya tidak ada," ucap Barkati dalam sambutannya.

 

Barkati berharap seluruh tim bisa menjalankan kerjasamanya dalam mengantisipasi tingkat inflasi nasional, seperti halnya Kampung KB yang mengkampanyekan tanaman bahan pokok rumah tangga, sehingga tidak hanya memperindah pekarangan, tapi bisa digunakan untuk kebutuhan pokok.

 

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Rosmaya Hadi dalam kunjungannya menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Bank Indonesia di Samarinda, Pemkot Samarinda dan Pemprov Kaltim atas sinerginya dalam mengurangi Inflasi.

 

“Khususnya komoditi makanan seperti cabe, cabe kriting, cabe merah, cabe rawit itu merupakan kompeni inflasi yang harganya selalu fluktuatif," ujarnya.

 

Tentunya dengan adanya acara ini dimana semua ibu-ibu rumah tangga yang ada di Kampung KB ini menanam cabai, maka kebutuhan cabainya akan terpenuhi, sehingga tidak bergantung kepada pasokan dari daerah lain.

 

“TPID sendiri secara nasional ada 3 yang disasar, satu adalah keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dengan cara ini ada salah satunya agar ketersediaan pasokan itu bisa dikuasai dan secara mandiri oleh masyarakat di Kota Samarinda, sehingga tidak bergantung dengan yang lain dan harga pun bisa stabil," ungkapnya. (kmf15) 

Penulis: Thohir --Editor: Doni

Jaang: Festival Mahakam Tak Kalah Menarik Dengan Wayang Jogja Night Carnival

Berita Sebelumnya

Wakil Walikota Samarinda Resmikan 5 Kampung KB Di Kecamatan Samarinda Utara

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar