76 Kali

SAMARINDA. Tahun ajaran baru telah dimulai, beberapa polemik mengenai hari pertama masuk sekolah pun bermunculan. Beredar isu bahwa orang tua diharuskan membeli buku dan seragam batik sekolah dengan harga yang tidak murah. Mendengar isu tersebut Walikota Samarinda Syaharie Jaang langsung  melakukan mutasi kepada Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kali ini Pemkot Samarinda melantik sebanyak 64 Kepala Sekolah SD/SMP di SMP N 38 Jln Jakarta 1 Samarinda (19/7).

“Siswa dan siswi itu jangan dipaksa untuk membeli seragam baru. Biar saja mereka memakai baju apa adanya. Jangan sampai hanya karena seragam yang tidak sesuai mereka tidak boleh masuk sekolah,” ungkap Jaang.

Dia meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Sekolah bahwa peraturan itu tidak boleh diwajibkan.

“Kalau masyarakat belum punya berikan kesempatan kepada mereka untuk menggunakan baju seragam yang pantas. Kalau tidak ada uangnya jangan beli dulu, apalagi disuruh membeli buku. Jangan dipaksa, saya dulu waktu SD/SMP setiap berangkat sekolah tidak pernah memakai sepatu, mau bagaimana lagi karena orang tua pada saat itu tidak punya uang,” kisah Jaang. (kmf7).

Penulis: Akbar --Editor: Doni

Sugeng: Atasi Spekulan, Pemkot Harus Action

Berita Sebelumnya

Lepas 450 Jamaah Haji, Sekda Sugeng Titip Doakan Samarinda

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar