56 Kali

SAMARINDA. Pemerintah Kota Samarinda melantik 10 Kepala Sekolah dari jenjang SD dan SMP ditambah 2 orang diantarannya sebagai Pengawas Agama dan Kepala Satuan Pendidikan Non Formal, di Aula SMPN 29 di Jl Pakis, Perumahan Bengkuring, Rabu (9/10) pagi.

Pelantikan kali ini merupakan yang kedua kalinya setelah berjalannya tahun ajaran baru, karena sebelumnya mutasi dilaksanakan di Aula SMPN 38.

Wakil Walikota Samarinda, M Barkati dalam arahannya menyampaikan jika mutasi merupakan sesuatu hal yang wajar dan biasa dalam dunia Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk kepentingan penyegaran, promosi dan pengembangan karier.

“Selain faktor usia, masa jabatan seorang ASN juga menjadi pertimbangan hingga akhirnya harus di mutasi,” tutur Wawali.

Oleh itu ia berpesan, agar mampu membangun siswa didik yang berkualitas, Kepala Sekolah dengan jabatan baru pagi itu bisa bekerjasama dengan para guru, serta menguasai regulasi dan kreatif dalam menghadapi setiap perubahan.

“Tunjukan kinerja yang baik biar orang menilai positif, karena jabatan yang kita emban sekarang merupakan amanah, sehingga bakal dipertanggungjawabkan di akhirat kelak,” pesan Barkati.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Samarinda, Asli Nuryadin menambahkan dari 10 Kepala Sekolah yang dilantik tadi, delapan diantaranya Kepala SD dan dua Kepala SMP.

Dia menjelaskan setiap seremonial mutasi jabatan nantinya akan selalu dilaksanakan pada lokasi sekolah yang berbeda-beda. Maksudnya supaya para pejabat di lingkungan Pemkot yang hadir bisa mengetahui secara langsung kondisi bangunan sekolah di Samarinda.

“Ya setidaknya para pejabat kita juga harus mengetahui kondisi 48 gedung SD Negeri dan 163 gedung SMP Negeri yang kita miliki. Mengingat sebagian kondisinya harus diakui memprihatinkan, jadi saya sangat mendukung langkah Pak Wali yang meminta setiap prosesi mutasi jabatan dilakukan road show dari sekolah ke sekolah. Maksudnya supaya kita faham-faham ajalah dengan kondisi gedung sekolah mereka,” ujar mantan Kepala Bappeda ini menutup. (kmf4)

Penulis: Ahmad Haidir --Editor: Doni

Era Keterbukaan, Masyarakat Perlu Informasi Akurat

Berita Sebelumnya

Jaang: Festival Mahakam Tak Kalah Menarik Dengan Wayang Jogja Night Carnival

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar