88 Kali

SAMARINDA. Setelah melalui koordinasi dan kerjasama yang panjang, akhirnya Posko Terpadu Segiri Bersinar (Bersih dari Narkoba) diresmikan, Rabu (28/8). Peresmian posko yang berlokasi di area Pasar Segiri dilakukan Walikota Samarinda Syaharie Jaang didampingi Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto, Danrem 091/ASN Brigjen TNI Widi Prasetijono, Kepala BNN Provinsi Kaltim Brigjen Pol Raja Haryono, Kapolresta Samarinda Kombespol Vendra Riviyanto, S.IK, Dandim 0901/Samarinda Kolonel Kav Tomi Kaloko Utomo.

 

Kapolda Kaltim dalam arahannya ingin bersama–sama membersihkan Pasar Segiri dari peredaran narkoba. “Harusnya pasar itu untuk menjual komoditas kebutuhan pokok, tetapi di Samarinda malah tempat penjualan narkoba. Bahkan infonya mulai tahun 2008 berarti sudah 11 tahun, kalau tiap hari ada yang transaksi narkoba berarti sudah berapa anak bangsa yang terjerumus pada barang terlarang tersebut. Narkoba itu sendiri menyasar tidak hanya pada umur tertentu saja, semuanya bisa terjerumus,” jelas Priyo.

 

Kenapa Pasar Segiri yang dijadikan pilot project, karena sebutnya peredarannya sudah sangat meresahkan dan para DPO narkoba ini terkenal sangat licin dengan sistem memantau aparat pakai CCTV ataupun membuang barang bukti ke sungai dan itu tidak selesai-selesai, sehingga mau tidak mau harus segera dituntaskan masalah ini. “Sebelas tahun ini kita sudah melaksanakan kegiatan penindakan bersifat sektoral, nasional. Mulai dari Polres nangkap, Polda nangkap, BNN nangkap, sudah banyak masyarakat mengeluh tentang ini saya sudah sampaikan kepada Kapolres dan Alhamdulillah Pak Walikota Samarinda merespon, sehingga hari ini kita bisa resmikan posko Segiri Bersinar. Pemkot Samarinda sudah siap mensupport anggarannya, kegiatan ini akan dilaksanakan secara kordinasi,” jelas Jenderal Bintang Dua tersebut.

 

Ia berpesan kepada msyarakat Pasar Segiri harus aktif memberikan informasi. "Jangan apatis, kalau diam saja lama-lama bisa tertular narkoba. Kalau tahu ada transaksi laporkan, jangan takut. Kita punya anggaran yang di back up Pemkot Samarinda. Kita juga punya aparat kenapa mesti takut. Mereka paling cuma segelintir saja. Kita akan buktikan bahwa Pasar Segiri bisa bersih dari narkoba dan harus bisa. Bersihkan cctv punya para jaringan narkoba, bukan kita yang diawasi oleh mereka, tapi kita yang awasi mereka," tegasnya.

 

Dikatakannya, sebenarnya banyak yang mengetahui orang-orang terjaring narkoba itu siapa. "Kalau perlu gambar DPO narkoba di cetak besar–besar biar semua orang tahu. Karena mereka sudah terlalu nyaman cari uang dan korbannya masyarakat Indonesia. Kalau ada oknum-oknum aparat yang terlibat jangan takut tindak semua. Saya titip kepada Bapak Ketua PN dan Kajati kalau ada aparat yang terlibat narkoba hukum yang berat. Biar tidak sia-sia Pemkot Samarinda mengeluarkan dana besar untuk kegiatan ini. Karena data yang kami miliki sangat meningkat signifikan tiap tahunnya. Saya juga menyampaikan kepada Kajari Ketua PN untuk menghukum lebih berat bagi para pengguna narkoba ini terutama pengedarnya. Untuk SOP tembak ditempat jelas ada karena kalau membahayakan petugas dan masyarakat di lapangan,” pungkasnya.

 

Menurut laporan Kapolresta Samarinda beberapa tahun terakhir ini aktifitas peredaran narkoba khususnya di kawasan Pasar Segiri sangat meningkat. Oleh sebab itu menurutnya, semua yang tergabung dalam posko ini perlu kerja secara sistimatis, sehingga bisa memotong pasokan-pasokan narkoba. “Kita yang nantinya tergabung dalam tim ini akan terus sosialisasi terhadap bahaya narkoba, sedangkan yang akan piket menjaga posko selama 24 jam dari Polres, Kodim 0901/Samarinda, Satpol PP dan BNN,” tuturnya.

 

Walikota Samarinda menandaskan kegiatan ini perlu komitmen bersama. “Kerjasama yang sudah kita canangkan beberapa bulan lalu bersama Gubernur, Pangdam, Kapolda, Danrem harus dikawal sebaik-baiknya. Posko ini akan dijaga 24 jam yang terdiri dari Satpol PP, perangkat BNN dan untuk anggaran 5 bulan ini akan dialokasikan dari dana APBD-P, dan untuk tahun depan akan dimasukkan dalam APBD Murni,” ujar Jaang.

 

Mungkin masyarakat di Samarinda sudah tahu sekian lama Pasar Segiri ini sebagai tempat beredarnya narkoba, bahkan sejak tahun 2008 infonya. Setelah diresmikan kegiatan ini akan berlanjut terus dan diharapkan menjadi percontohan agar tidak terjadi di daerah lainnya. “Oleh sebab itu seluruh Camat dan Lurah kita kumpulkan di Pasar Segiri semua, sehingga diharapkan para bandar ini tidak migrasi ke tempat lainnya. Kita harus bersama-sama membersihkan peredaran narkoba," tegasnya.

 

Memang sebutnya, jalur peredaran narkoba di Kaltim banyak dipasok dari jalur Kaltara yang perbatasan langsung dengan negara tetangga. "Sekali lagi masyarakat jangan takut untuk melaporkan bila ada kegiatan transaksi narkoba,” ungkap Jaang.

 

Jaang sendiri pun tidak main-main terhadap masalah narkoba yang terjadi di Pemkot. “Saya tidak main-main dengan masalah narkoba ini. Bila ada pejabat atau staf Pemkot Samarinda terlibat narkoba silahkan proses sesuai hukum yang berlaku dan sudah banyak contohnya. Kalau kita tidak memerangi bersama mau jadi apa negara ini. Bila narkoba merajalela disintergrasi bangsa akan terjadi. Kalau umpama oknum aparat TNI atau Polri kita kena narkoba seperti apa jadinya. Bagaimana bisa menjaga keamanan dan mengayomi negara. Bagaimana pula bila intelektual kita yang berada di kampus kalau kena narkoba, akan habis generasi muda kita yang unggul dan produktif. Bagaimana kalau sampai Walikota juga pejabat stafnya narkoba Naudzubillah, Eksekutif, Legislatifnya narkoba, bagaimana memperjuangkan aspirasi kebaikan dari masyarakatnya,” jelasnya.

 

Ikut hadir dalam acara tersebut Dandim 0901, Kapolresta Samarinda, Mewakili Pangdam, Kajati, PN Kaltim, Ketua DPRD Kota Samarinda, Ketua MUI Kota Samarinda yang juga Ketua FKUB, Kajari, Ketua PN Kota Samarinda, Wakapolres Kota Samarinda, Ketua BNN Kota Samarinda, Tokoh Agama masyarakat, Kepala OPD, Lurah dan Camat, Ketua dan Pengurus PKK Kota Samarinda, Ketua RT, Ketua DPRD Provinsi Kaltim dan seluruh undangan yang hadir. (kmf5)

 

Penulis: Afdani --Editor: Doni

Kader Posyandu Dilatih Gunakan Aplikasi Sistem Informasi Kesehatan

Berita Sebelumnya

Badan Litbang Kaji Peran Pendidikan Non Formal Terhadap Dunia Usaha

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar