889 Kali

“Kami jamin, Jamkesda bagi warga Samarinda tetap jalan, eksis dan tidak untuk dibedakan satu sama lain. Bahkan Jamkesda pun menyanggah atau menampung warga yang semula dijamin Jamkesmas, namun tidak memenuhi ketentuan BPJS. Sampai sekarang Jamkesda masih menerima kepesertaan bagi warga. Untuk kami mohon dukungan kepada seluruh jajaran di rumah sakit untuk memberikan pelayanan terbaiknya bagi warga,” ucap Wakil Wali Kota Samarinda H Nusyirwan Ismail ketika memberikan arahan pada Sosialisasi Jamkesda di RSUD A Wahab Syahranie, Jumat (14/2).

Menurut Nusyirwan, dengan sosialisasi tentang layanan dari Jamkesda, nantinya bisa mengoptimalkan layanan kepada warga dan diakuinya dalam mengembangkan kualitas Jamkesda perlu bermitra dengan semua stakeholder.

“Kita tidak ingin kualitas dan kuantitas layanan Jamkesda berkurang. Jamkesda harus berkeadilan untuk semua lapisan masyarakat. Tentunya kami sangat mengharap dukungan teman-teman di rumah sakit sebagai ujung tombak pelayanan,” tandasnya.

Apalagi lanjutnya ini merupakan program unggulan yang uangnya juga unggulan alias tidak sedikit penganggarannya. “Tidak ada juga kompetisi antara BPJS dengan Jamkesda. Intinya masyarakat bisa sejahtera dengan subsidi kesehatan,” tegas Nusyirwan dihadapan Wakil Direktur RSUD AWS Ardian yang langsung memimpin para petugas termasuk kepala-kepala ruangan.

Nusyirwan mengatakan, selain di RSUD AWS juga memberikan layanan di RSUD IA Moeis khusus rumah sakit pemerintah, bahkan juga bekerja sama dengan rumah sakit swasta. “Sudah saatnya kita memperbanyak titik layanan dengan melihat jumlah penduduk dan luas wilayah,” ujarnya.

Berbicara masalah layanan, sebut Nusyirwan sepanjang dirawat di kelas III, akan ditanggung. “Bahkan untuk kemoterapi pun kita tanggung sesuai advis dari dokter, termasuk juga yang sakit jantung, jika advis dokter harus pasang ring, Jamkesda akan menanggungnya hingga Rp 100 juta. Di atas 100 juta juga tetap kita tanggung dengan catatan advis tim pengendali,” katanya.

Nusyirwan juga mengemukakan UPTD Jamkesda telah bekerja sama pula dengan rumah sakit di luar Kaltim untuk tindak lanjut pengobatan yang tidak bisa ditangani di rumah sakit di daerah.

Sementara kepala UPTD Jamkesda dr Syarifah Rahimah sangat mengharapkan hasil yang maksimal dalam sosialisasi sehingga berimbas dengan pelayanan bisa tepat guna dan sasaran. “Mudahan tidak ada lagi miss komunikasi tentang layanan yang ada di Jamkesda setelah sosialisasi ini. Kita juga menempatkan 4 petugas dari UPTD Jamkesda, jika ada masalah atau ingin mencari informasi bisa juga bertanya di petugas Jamkesda. Tentunya dukungan dari teman-teman dari rumah sakit sangat kami perlukan,” imbuh Rahimah.

Tampak hadir pula Asisten III Setkot Samarinda DR H Ridwan Tassa, kepala Dinas Kesehatan drg Nina Endang Rahayu dan Humas RSUD AWS dr Nurliana Adriati Noor.(hms2)

Terus Tunjukan Tren Positif

Berita Sebelumnya

TPA Sambutan Akhirnya Difungsikan

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar