89 Kali

SAMARINDA. Kebakaran adalah musibah yang memang kadang kala tidak bisa ditebak dan dihindari, tetapi dapat dicegah dan diminimalisir dampaknya. Demikian disampaikan Walikota Samarinda Syaharie Jaang dalam sambutannya pada acara Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemkot Samarinda dengan Pemangku Kepentingan di Kota Samarinda tentang Kerjasama Kemitraan di aula Rumah Jabatan Walikota, Jumat (11/10).

 

“Tingginya angka kejadian kebakaran juga disebabkan karena sebagian besar kelalaian manusia. Kelalaian tersebut adalah terutama disebabkan kurangnya pemahaman masyarakat akan pentingnya upaya pencegahan dini kebakaran di lingkungannya sendiri," ucapnya.

 

Menurut orang nomor satu di Kota Tepian tersebut, pencegahan kebakaran tidak hanya menjadi tanggung jawab dan tugas pemerintah saja, melainkan tanggung jawab bersama.

 

"Memang ini salah satu tantangan Kota Samarinda karena sering tertimpa musibah kebakaran. Jangankan kabel yang terbakar, ternyata meteran listrik saja bisa meledak. Oleh sebab itu, diharapkan selalu berhati–hati dengan yang namanya listrik dan api,” terang Jaang.

 

Ditambahkan Jaang, MoU ini sendiri dibuat untuk mensosialisasikan kepada seluruh masyarakat bagaimana bicara jaringan kabel yang baik dan standar.

 

“Untuk Dinas Pemadam Kebakaran agar selalu mensosialisasikan di lingkungan Universitas, sehingga  mahasiswa juga bisa berpartisipasi, baik sebatas bhakti sosial dan sosialisasi itu sangat penting. Persoalan yang sering kita hadapi adalah korsleting listrik sebab kualitas kabel, serta kelalaian manusia karena lupa mematikan kompor," imbuhnya.

 

Jadi, pemeriksaan di rumah–rumah berikut standarisasi kabel yang dipakai itu sangat penting.

 

Sementara Sekretaris Dinas Damkar, Makmur Santoso menjelaskan Damkar kadang dianggap responnya lambat, karena diakui pihaknya kekurangan personil.

 

“Damkar dianggap lambat karena tenaga, minim 15 menit kita baru bisa sampai ke lokasi kejadian dan melihat medannya. Kadang kami belum sempat duduk sudah ada informasi kebakaran di daerah lain dan untuk Kota Samarinda 90 persen disebabkan korsleting listrik. Kami mewakili Damkar mohon maaf dan maklum kalau masyarakat menilai kita lambat datang,” pungkasnya.

 

Ikut dalam penandatanganan MoU antara lain Universitas Mulawarman, Universitas Widya Gama Mahakam, Universitas 17 Agustus 1945, Universitas Muhammadiyah Kaltim, PLN Wilayah Samarinda, Pertamina, PDAM, Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia, (AKLI), PT. Konsuil Perdana Indonesia. (Kmf5) 

Penulis: Afdani --Editor:Doni

Hadiri Malam Ramah Tamah, Wawali Berharap DPRD dan Pemkot Bisa Berjalan Bersama

Berita Sebelumnya

Walikota Samarinda "Tularkan" Berjalan dengan Benar

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar