42 Kali

SAMARINDA. Akhirnya kekosongan jabatan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) defenitif di 4 dinas telah terisi sesuai hasil lelang jabatan dan bersama 63 pejabat Eselon III dan IV di lingkungan Pemkot, serta 1 anggota Dewan Pengawas PDAM telah dilantik Walikota Samarinda Syaharie Jaang, di aula Rumah Jabatan Walikota, Jumat (16/8).

“Kita telah melaksanakan sesuai ketentuan kepegawaian untuk mengisi 4 jabatan kepala dinas melalui lelang jabatan. Tentunya bukan senioritas menjadi syaratnya, mengingat ada 5 senior yang ikut lelang,” ucap Walikota dalam sambutannya yang dihadiri pula Wakil Walikota M Barkati, Sekda Kota Samarinda Sugeng Chairuddin, Kapolres Samarinda Kombespol Vendra Riviyanto, Ketua Pengadilan Negeri Hongkun Otoh, serta anggota Forkopimda lainnya.

Jaang mencontohkan seperti I Gusti Ayu Sulistiani yang banyak diloncati, dimana selama 10 tahun di jabatan eselon III, dan baru hari ini naik Eselon II sebagai Kepala Dinas Pariwisata. Begitu pula Isfihani selama 8 tahun di Eselon III, dan sekarang menjabat kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang).

“Senioritas bukan jaminan dalam lelang jabatan. Makanya ada yang diloncati,” ungkap Jaang.

Selain Ayu dan Isfihani, pejabat Eselon II lainnya yang dilantik Walikota, yakni Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Jusmaramdhana yang sebelumnya menjabat Sekretaris Dinas PUPR, dan Kepala Inspektorat Wilayah (Itwil) Mas Andi Suprianto.

Di kesempatan itu Jaang juga melantik anggota Dewan Pengawas PDAM Samarinda Hargono. Dimana terlebih dulu telah melantik Ketua Dewan Pengawas PDAM Aji Syarif Hidayatullah dari unsur Pemerintah, sehingga tersisa 1 lagi jabatan dewan pengawas yang harus buka kembali seleksinya.

“Pengawas PDAM memang beda. Pertama kali kita lakukan cuma 1 lolos. Kedua juga 1 lagi lolos, karena begitu ketatnya. Saya minta Panitia, Pak Sekda dibuka lagi seleksinya,” pinta Jaang.

Jaang mengatakan menjadi Dewan Pengawas bukan untuk mencari uang di sini, tapi bagaimana pelayanan air semakin berkualitas dan berkuantitas seperti harapan warga.

“Lihat saja Pak Hargono seorang dengan latar belakang pengusaha, tapi ikut seleksi Dewan Pengawas dan lolos lagi. Pak Hargono, dewan pengawas ini bukan pegawai PDAM, tapi kepanjangan tangan Walikota untuk mengawasi PDAM,” tegas Jaang.

Kepada pejabat yang baru dilantik tadi, terlebih khusus yang promosi jabatan agar bisa segera menyesuaikan diri dengan jabatan barunya.

Kembali ke Pariwisata, Jaang menumpukan harapan besar untuk menggenjot pariwisata di tangan wanita kelahiran Buleleng Pulau Dewata Bali ini.

“Pariwisata harus bisa membuat kesan yang menyenangkan, dilihat bersih, indah, sehingga ada kenangan baik dibawa pulang dan disampaikan pengunjung sekembalinya ke daerah. Untuk mewujudkan ini, Dinas Pariwisata tidak bisa kerja sendiri, ada Dinas Kominfo, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kebudayaan dan Dinas PUPR. Saya mendengar teman kampung saya di Kubar yang 20 tahun di Texas, mereka tidak ada bicara pariwisata Kalimantan, yang dibicarakan Bali, NTB,” imbuh Jaang.

Begitu pula Kepala Badan Litbang agar terus melakukan pengkajian terhadap berbagai potensi.

“Litbang jangan dianggap sepele. Ada potensi pendapatan kita, potensi ekonomi, potensi SDA dan keluhan warga kota. Apa yang bisa kita lakukan, apa yang bisa kita jual. Tolong dikaji,” pungkas Jaang semangat.(kmf2)

Penulis/Editor: Doni

130 ASN Terima Satya Lencana Karya Satya

Berita Sebelumnya

Meriah, Pawai Pembangunan 2019 Di Samarinda

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar