91 Kali

SAMARINDA. Pemkot Samarinda menyiapkan skenario pembukaan kembali tempat wisata di fase relaksasi tahap kedua yang mulai berlaku sejak Senin kemarin. Prosedurnya pun dilakukan secara bertahap. Untuk fase relaksasi tahap dua kali ini, tidak berlaku bagi tempat wisata kolam pemandian atau seperti kolam renang.

 

“Untuk kolam renang sementara bisa buka kembali di fase relaksasi tahap ketiga. Karena kita masih mempertimbangkan penyebaran virus Covid-19 yang bereaksi cepat lewat perantara air,” kata Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Sugeng Chairuddin saat audiensi bersama Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (Putri) Kota Samarinda di Balaikota, Selasa (16/06).

 

Pemkot sendiri jelas Sugeng, tidak ingin mengambil resiko tinggi apabila kolam pemandian sudah beroperasi di fase kedua. Mengingat status pengunjung yang bisa saja yang berasal dari luar kota ikut mempengaruhi status Kota Samarinda yang saat ini sudah masuk dalam zona orange.

 

“Hasil rekomendasi dari Dinas Kesehatan kalau bisa untuk kolam pemandian nanti dulu beroperasi, takutnya saja ada Orang Tanpa Gejala (OTG) ikut bercebur disana. Bisa saja segala kemungkinan terjadi, termasuk menyebarkan virus bagi pengunjung lain. Jadi kami tidak ingin ambil resiko dahulu,” tutur Sekda.

 

Sementara, Plt Kepala Dinas Kesehatan Samarinda, Ismed Kosasih menambahkan jika kolam pemandian dibuka sangat berisiko bagi pengunjung, khususnya bagi anak-anak usia dini. Mengingat anak-anak kini menjadi fokus utama Pemerintah Pusat apabila terjadi penularan lewat mereka.

 

“Menteri Pendidikan saja sudah mengingatkan kepada Pemerintah Daerah agar mempertimbangan betul-betul saat membuka aktivitas belajar dan mengajar di sekolah sesuai zona aman yang telah ditetapkan oleh tim gugus tugas. Karena memang fokusnya ke anak-anak, sehingga wajar kalau untuk kegiatan sekolah baru dibuka saat tahap fase terakhir. Begitu pun dengan kolam pemandian,” kata Ismed.

 

Kendati demikian, ia mengapresiasi kepada pelaku usaha wisata air yang telah menaati prosedur apabila nantinya kolam pemandian sudah beroperasi kembali, diantaranya membatasi usia umur bagi yang boleh masuk ke kolam renang.

 

“Memang ada catatan penting yang harus diperhatikan disini apabila nantinya sudah beroperasi, selain membatasi masalah umur, protokol kesehatan harus diutamakan disini seperti pengecekan suhu tubuh. Sedangkan catatan lain, kami akan rapatkan terlebih dahulu bersama tim gugus tugas sambil menerima masukkan dari Pak Walikota, Dandim dan Kapolres,” tuturnya.

 

Terpisah Ketua Putri Samarinda, Dian Rosita mengatakan hampir setengah pelaku usaha wisata rekreasi di Samarinda lebih dominan bermain ke wahana air. Karena memang lebih banyak digandrungi para pengunjung saat datang ke tempat wisata.

 

“Tapi semenjak kasus pandemi Covid-19 masuk di Samarinda, otomatis wahana tadi tutup total sesuai anjuran Pemerintah. Imbasnya tidak ada lagi pemasukan, sehingga berpengaruh terhadap gaji karyawan,” tuturnya.

 

Oleh karena itu, lewat audiensi tersebut Dian berharap Pemkot bisa memberikan kelonggaran untuk fase relaksasi tahap kedua agar kolam pemandian bisa beroperasi kembali dengan mengikuti ketentuan yang diberlakukan oleh tim gugus tugas sesuai protokol kesehatan Covid-19 khusus untuk wisata maupun wahana air. (cha/don/kmf-smd)

Terdampak Covid-19, BPR Samarinda Berikan Relaksasi Kepada Debitur

Berita Sebelumnya

Walikota Samarinda Lantik 113 Pejabat ASN

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar