49 Kali

SAMARINDA. Setelah 2 hari berada di Kota Samarinda, pagi (12/9) tadi tim rombongan TPID eks Karesidenan Pekalongan kembali berkunjung ke kawasan kompleks pergudangan Jl Ir Sutami. Tujuan ke pergudangan kali ini untuk menggali informasi terkait unit usaha yang kini tengah dikembangkan oleh Perusahaan Daerah Aneka Usaha milik Pemkot Samarinda. 

Bahkan kehadiran rombongan yang diketuai langsung Kepala Bank Indonesia Kota Tegal, M Taufik langsung disambut Walikota Samarinda Syaharie Jaang dan Wawali M Barkati.

Jaang sendiri dalam arahannya menyampaikan keberhasilan Pemkot Samarinda meraih Penghargaan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terbaik untuk yang ketiga kalinya bukan berarti juga Tim TPID yang dipimpinnya paling bagus. Melainkan adalah komitmen bagaimana caranya warga Samarinda ketika menginginkan kebutuhan barang pokok selalu siap sedia dan mudah terjangkau dengan harga yang murah.

Bahkan sambung Jaang, saat terjadi kelangkaan harga bawang putih dipertengahan tahun tadi, ia meminta Kepala Dinas Perdagangan dan Lurah untuk turun langsung ikut jualan bawang putih.

“Caranya kita datangkan stok bawang putih dari luar Kaltim dengan harga terjangkau, lalu kita jual langsung ke setiap rumah tangga melalui Kelurahan dan RT dengan harga murah. Hasilnya pedagang di pasaran yang sebelumnya memainkan harga bawang kewalahan dengan strategi pasar yang kita mainkan,” ungkap Jaang.

Begitu pun dengan Pertamina sambung, pihaknya juga tak segan untuk memainkan skema yang sama apabila terjadi spekulan untuk tabung gas ukuran melon.

Sementara, terkait masalah PDPAU sendiri, Walikota menambahkan kini di bawah kepengurusan yang baru, Perusahaan Daerah milik Pemkot Samarinda ini tengah mengembangkan unit usahanya di berbagai bidang, mulai dari memasarkan rumah susun sederhana siap huni, hingga menggeluti penjualan ayam beku yang disuplai ke rumah makan siap saji hingga restoran.

“Ya alhamdulillah efeknya terasa, kini Perusda kita sudah mulai bangkit dengan unit usaha yang mereka kembangkan sesuai keinginan pasar. Padahal sebelumnya sempat ada wacana PDPAU ini mau kita tutup karena dianggap terlalu membebani APBD, tapi akhirnya semua terjawab,” timpal Walikota.

Terpisah, Bupati Tegal Umi Azizah yang hadir dalam rombongan mengutarakan jika kehadirannya di kota Tepian bersama rombongan TPID Pekalongan tidak lain untuk belajar dan sharing pengalaman dalam penangganan inflasi daerah hingga Samarinda di tiga tahun terakhir ini bisa terus berprestasi. 

Paling penting kata dia adalah, setidaknya Kabupatennya juga bisa menjajaki kerjasama dalam menyuplai hasil pertanian agar bisa berkesempatan masuk di kota Tepian.

“Ya tak hanya Tegal, tapi juga Brebes, Pekalongan dan Kabupaten Batang juga nantinya bisa berkesempatan menjajaki kerjasama yang menguntungkan dengan Samarinda,” tutupnya. (kmf4)

Penulis: Ahmad Haidir --Editor: Doni

Walikota Samarinda Dukung Pembangunan Madrasah Darussalam

Berita Sebelumnya

Barkati: Satpol PP Harus Jadi Pionir

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar