530 Kali

SAMARINDA. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda terus gencar melakukan Sosialisasi Sensus Penduduk 2020 (SP 2020). Kali dengan peserta seluruh Camat dan Lurah se-Kota Samarinda yang dilaksanakan di Ruang Rapat Utama Balaikota dan dibuka langsung Sekretaris Kota Samarinda Sugeng Chaeruddin, Senin (16/12).

 

“Kita sudah berada di penghujung tahun 2019 dan tidak lama lagi akan memasuki tahun 2020. Dimana tahun  2020 kita akan bersama-sama mengambil bagian dalam kegiatan nasional Mencatat Indonesia melalui Sensus Penduduk 2020 (SP 2020)," ujar Sugeng dalam sambutan sosialisasi dengan tema "Membangun Kolaborasi Pemerintah Kota Samarinda Dengan Badan Pusat Statistik Kota Samarinda Untuk  Menyatukan Satu Data Kependudukan Indonesia".

 

Disebutnya, sensus penduduk ini adalah kegiatan yang hanya dilakukan 10 tahun sekali dan ini merupakan kali ketujuh, dilaksanakan di seluruh Indonesia termasuk Perwakilan RI yang ada di luar negeri.

 

“Kegiatan sensus penduduk ini bertujuan menyediakan data jumlah, komposisi, distribusi dan karakteristik penduduk menuju Satu Data Kependudukan Indonesia," tambahnya.

 

Sugeng menekankan bahwa keberhasilan terobosan dalam SP 2020 nanti tentu memerlukan dukungan dan peran serta dari semua pihak, baik dinas, instansi, Camat, Lurah, RT, serta seluruh masyarakat.

 

Di akhir sambutannya Sugeng mengharapkan semua peserta dapat menyimak, menjadikan kegiatan sosialisasi ini sebagai tempat untuk melakukan diskusi demi terwujudnya Data Kependudukan yang lebih baik lagi untuk Indonesia dan Samarinda pada khususnya.

 

Sementara Kepala BPS Kota Samarinda, Roosmawati mengenalkan program yang akan dilaksanakan oleh BPS di tahun 2020. Dimana SP 2020 akan dimulai dengan terobosan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, salah satunya adalah program Sensus Penduduk tahun depan akan menggunakan aplikasi untuk mensensus masyarakat Kota Samarinda.

 

Pada Sensus Penduduk 2020 nanti Indonesia untuk pertama kalinya akan menggunakan metode kombinasi,  dimana menggabungkan antara metode tradisional yang memperoleh data langsung dari responden melalui  petugas sensus dan registrasi penduduk yaitu  data dari administrasi kependudukan Kementerian  Dalam Negeri sebagai data dasar.

 

“Sensus dengan metode kombinasi ini dilakukan sebagai upaya transisi dari sensus dengan metode  tradisional menuju metode berbasis registrasi penduduk,” terang Roosmawati.

 

Hadir dalam acara tersebut, Asisten I Sekretariat Kota Samarinda Tejo Sutarnoto, Kadis Kependudukan Catatan Sipil Abdullah dan Kadis Kominfo Samarinda Aji Syarif Hidayatullah. (kmf10)

 

Penulis: Eko –Editor: Doni

Apresiasi Lomba Inovasi, Sekda Ingatkan Tidak Macet

Berita Sebelumnya

Bimtek Posyandu Digital "Tularkan" Aplikasi Efisien

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar