118 Kali

SAMARINDA. Walikota Samarinda, Syaharie Jaang mengikuti Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2020 secara virtual yang dibuka Presiden RI Joko Widodo dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (30/4).


Walikota Samarinda yang didampingi Sekretaris Daerah Sugeng Chairuddin, Asisten I Tejo Sutarnoto, Asisten II Nina Endang Rahayu, Asisten III Ali Fitri Noor, Kepala Bappeda Ananta Fathurrazi, Kepala Bapenda Hermanus Barus dan Kepala Inspektorat Mas Andi Suprianto menyaksikan video musrenbangnas di ruang VIP Rumah Jabatan Walikota.


Pada Musrenbangnas dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2021, Jokowi menekankan RKP yang disusun 2021 harus adaptif dengan kondisi ekonomi dan sosial Indonesia saat ini.


“Perencanaan pembangunan untuk 2021 harus adaptif dengan situasi yang kita hadapi saat ini. Apa yang kita kerjakan saat ini memberi pondasi bagi tahun-tahun yang akan datang,” kata Presiden.


Jokowi menjelaskan di tengah situasi pandemi Covid-19, Pemerintah telah melakukan realokasi dan perubahan fokus (refocusing) anggaran kedalam 3 prioritas, yakni prioritas kesehatan, prioritas jaring pengaman sosial dan prioritas stimulus untuk pemulihan ekonomi.


Menurut Presiden, memang belum ada kepastian perihal pandemi ini akan berakhir di dunia. Namun, Pemerintah tetap menyiapkan berbagai skenario kebijakan untuk mengantisipasi Covid ringan hingga dampak paling berat dari COVID-19 selama situasi pandemi.


“Setiap ahli punya hitungan berbeda. Beberapa negara maju yang menyatakan sudah recovery (pulih) justru alami gelombang kedua. Kita harus siapkan skenario, dari ringan, sedang, berat hingga paling berat,” ujarnya.


Jokowi mengaku optimistis 2021 adalah tahun recovery. 


“Maka itu kita perlu kecepatan untuk pulih. Saya lihat negara yang akan menjadi pemenang bukan yang hanya cepat mengatasi Covid-19, tapi juga negara yang melakukan cepat recovery,” tambah Presiden.


Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menjelaskan pandemi Covid-19 telah berdampak signifikan terhadap pembangunan nasional.


“Hal ini berpengaruh terhadap pencapaian sasaran RPJMN 2020-2024, koreksi terhadap sasaran ekonomi yang turun cukup tajam di tahun 2020 dan berpengaruh di tahun 2021. Dampak lainnya yaitu berkurang pembiayaan pembangunan di tahun 2020 akibat pengalihan pembiayaan pembangunan penanganan Covid-19,” kata Suharso.


Oleh karena itu kata dia, skenario agenda pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19 menjadi bagian penting dalam kerangka ekonomi makro RKP 2021.


“Maka rencana kerja Pemerintah tahun 2021 diarahkan untuk pemulihan sosial ekonomi guna mengejar target RPJMN 2020-2024,” ujar dia. (KMF2)


Penulis: Doni —Editor: Redaksi

Usai Wakar, Kini 1.207 Paket Sembako Untuk Marbot Masjid dan Penjaga Rumah Ibadah Lainnya

Berita Sebelumnya

Diskusi Online Kupas Covid-19 Sedot Perhatian Netizen, Banyak Pertanyaan Minta PSBB

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar