3038 Kali

SAMARINDA. KOMINFONEWS - Wakil Wali Kota (Wawali) Samarinda, Dr H Rusmadi membuka kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-44 tingkat Kecamatan Sambutan, Jumat (18/3/2022) malam. MTQ tersebut akan berlangsung mulai tanggal 18 sampai 23 Maret 2022 di Masjid An-Nur, Kompleks Perumahan Sambutan Permai (Ariesco) Samarinda.

Ketua Panitia Pelaksana, Rifandi mengatakan kegiatan MTQ tingkat Kecamatan Sambutan ke-44 tahun 2022 ini mengusung tema 'Mewujudkan Masyarakat Gemar Membaca Al-Qur'an' dengan diikuti perwakilan kelurahan-kelurahan yang ada di Kecamatan Sambutan. Di antaranya Kelurahan Sambutan 38 kafilah dan 5 ofisial, Kelurahan Sungai Kapih 24 kafilah dan 4 ofisial, Kelurahan Makroman 21 kafilah dan 5 ofisial, Kelurahan Pulau Atas 24 kafilah dan 5 ofisial, serta Kelurahan Sindang Sari dengan 25 kafilah dan 5 ofisial. 

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kecamatan Sambutan, Samsunur menambahkan, MTQ ke-44 tahun 2022 ini merupakan agenda dan program LPTQ Kecamatan Sambutan dalam rangka seleksi Qori dan Qoriah yang terbaik dari seluruh kelurahan yang ada di Kecamatan Sabutan yang nantinya akan diutus mewakili Kecamatan Sambutan di  MTQ tingkat Kota Samarinda.


Sementara Wawali Rusmadi dalam sambutannya, memberikan apresiasi yang tinggi atas pelaksanaan MTQ di Kecamatan Sambutan ini. Selain ajang untuk mencari duta Kecamatan Sambutan di MTQ Samarinda, yang paling utama adalah memperkuat Syiar Agama Islam. 

"Saya memiliki harapan besar bahwa MTQ yang telah membudaya di tengah masyarakat Samarinda ini, selain berkembang dari segi Syiar, MTQ sejatinya dapat meningkatkan perubahan perilaku dan pemikiran yang sempit menjadi lebih terbuka, sehingga ke depannya dapat mewujudkan kecerdasan spiritual dan sosial seluruh lapisan masyarakat," ujar Rusmadi.

"Selain itu, saya juga berharap agar hakikat, makna, dan tujuan MTQ ini kita pegang teguh, sehingga Al-Qur’an benar-benar kita resapi, kita hayati, dan kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari," lanjutnya 

Rusmadi juga berharap agar kegiatan MTQ hendaknya tidak terjebak dalam kegiatan seremonial semata. Namun makna dan tujuan MTQ harus bisa benar-benar memberikan hasil seleksi berkualitas, sehingga bisa diimplementasi dalam kehidupan sehari-hari untuk saling berlomba meraih kebaikan.

"Selamat bertanding kepada seluruh kafilah. Predikat juara dan yang terbaik bukanlah tujuan akhir. Namun bagaimana nilai-nilai tuntunan dalam kitab suci Al-Qur’an yang dibaca tersebut dapat dituangkan dalam kehidupan sehari-hari," tutupnya. (EKO/HER/KMF-SMD)

Konser Sehari Peringati Hari Musik Nasional di Samarinda, Wagub Kaltim Mainkan Drum dan Bernyanyi

Berita Sebelumnya

TP PKK Samarinda Lakukan Pembinaan Dasa Wisma, Rinda Ajak Perangi Stunting

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar